8.455 Balita di DKI Alami Gizi Buruk, 7 Kena Marasmus
Jumat, 17 Jun 2005 15:08 WIB
Jakarta -
Penderita gizi buruk ternyata tidak hanya monopoli balita di daerah. Di DKI Jakarta jumlahnya ternyata mencapai ribuan, 8.455 anak. Bahkan tujuh di antaranya menderita marasmus alias kekurangan kalori.Data ini tertuang dalam rilis Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang ditandatangani Kepala Dinkes DKI Dr Chalik Masulili di Jakarta, Jumat (17/6/2005).Dijelaskan Chalik, data 8.455 balita itu didapat dari hasil imunisasi polio putaran I pada 31 Mei 2005 lalu. Saat itu, total balita yang diimunisasi mencapai 923.029 orang."Menurut laporan Posyandu, balita yang berada di bawah garis merah (gizi buruk) jumlahnya 8.455 orang. yang busung lapar tidak ada. Demikian juga yang kwashiorkor (kekurangan protein)," kata Chalik.Meski bebas kwashiorkor, tujuh dari 8.455 balita tersebut selain menderita gizi buruk juga terkena marasmus. Dari tujuh bayi ini, tiga di antaranya terjangkit penyakit lainnya (komplikasi). Dua balita kini dirawat di RSCM dan satu orang dirawat di RS Fatmawati. Satu balita yang dirawat di RSCM berasal dari Papua. Sedangkan empat balita penderita marasmus lainnya dirawat di rumah.Terhadap balita penderita gizi buruk ini, Dinkes DKI Jakarta menyiapkan program makanan tambahan pemulihan sampai 90 hari. Untuk penderita marasmus yang tidak terkena komplikasi dilakukan pemberian makanan penuh pemulihan sampai 90 hari. Sedangkan penderita marasmus dengan komplikasi dilakukan perawatan di rumah sakit.Di rumah sakit, mereka akan diberi makanan penuh untuk perawatan sebesar Rp 35 ribu/hari/balita. Sedangkan yang dirawat di rumah diberi makanan tambahan senilai Rp 25/hari/balita.Adapun ribuan balita penderita gizi buruk lainnya akan diberikan kudapan/makanan jajanan dengan kalori tinggi protein selama 90 hari. Program ini diberikan lewat Posyandu sebesar Rp 10.000/hari/balita.Saat ini total Posyandu di Jakarta mencapai 3.941. Rata-rata Posyandu melayani 100-150 balita. Monitoring pelaksanaan makanan tambahan ini dilakukan Posyandu dengan melakukan penimbangan sebulan sekali.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































