Ortu Menolak
RSCM Minta Jantung Bayi Nia
Jumat, 17 Jun 2005 14:55 WIB
Jakarta - Sukses memisahkan bayi kembar siam Nia-Mia, RSCM minta "kenang-kenangan" berupa jantung Nia yang kini telah almarhumah. Sedang Nia nantinya "dimuseumkan"."Tadi dokter mengatakan ke saya, mau minta jantungnya untuk dipelajari. Jadi badannya dibelah dan jantungnya diambil. Kata dokter itu untuk dipelajari," cerita Mulyadi, ayah bayi kembar siam asal Bogor itu saat ditemui wartawan di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2005).Tapi permintaan RSCM ini ditolak mentah-mentah Mulyadi yang menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai tukang batu ini. "Saya nggak setuju. Sekarang saya mau pulang dulu, tanya dulu ke ulama boleh atau tidak," kata pria berumur 28 tahun ini.Istri Mulyadi, Nurlela, juga tak kalah sengitnya menolak permintaan RSCM. "Pokoknya saya nggak mau badannya dipotong-potong atau diambil. Pokoknya saya maunya utuh. Saya mau dia bisa dibawa pulang hari ini," papar Nurlela yang berpakaian kaos dan mengenakan rok panjang. Nurlela lalu bernegosiasi dengan pihak RS. "Tadi RS bilang, itu bayi saya mau diambil jantungnya. Mau dipelajari. Bayinya mau ditaruh di museum. Saya bilang saya nggak mau,saya nggak rela. Pokoknya dia bisa dibawa pulang hari ini," tegasnya.Nurlela tampak kucel. Capek. Sedih. Dia terus disorot kamera televisi dan cecaran pertanyaan wartawan. Perempuan sederhana berusia 22 tahun itu terus menunduk.Menurut keterangan dokter di RSCM yang enggan disebut namanya, sebetulnya organ tubuh-tubuh di dalam bayi yang meninggal ingin dimanfaatkan untuk membantu bayi yang masih hidup, yaitu Mia. Organ-organ yang masih bisa dimanfaatkan itu misalnya jantung, hati dan usus. "Kalau masih ada yang baik, kita ingin manfaatkan itu," kata dokter itu.Dokter itu juga minta agar hal ini tidak diekspos dulu. "Kami ingin memberikan pemahaman para orangtua bayi agar ini bisa dilakukan," urai dokter tersebut.
(nrl/)











































