Penyanderaan Sekolah Internasional Kamboja Bermotif Dendam
Jumat, 17 Jun 2005 14:52 WIB
Jakarta - Drama penyanderaan di sebuah sekolah internasional di Kamboja menyisakan cerita duka bagi keluarga korban. Seorang balita berkebangsaan Kanada tewas dalam penyanderaan yang terjadi Kamis (16/6/2005) kemarin itu.Bocah laki-laki itu kabarnya ditembak hingga tewas oleh penyandera yang panik karena si anak menangis terus-menerus dengan suara keras.Motif aksi penawanan itu ternyata dilatarbelakangi dendam. Beberapa pria bertopeng yang menyerang sekolah tersebut, sebenarnya bertujuan membunuh dua anak dari mantan majikan si pemimpin kelompok penyandera itu. Dua anak tersebut berkewarganegaraan Korea Selatan (Korsel)."Itu pembalasan dendam," ujar Wakil Komandan Polisi Militer Kamboja, Prak Chanthoeun kepada kantor berita AFP, Jumat (17/6/2005).Dikatakan petinggi Kepolisian itu, Chea Sokhon, belum lama ini bekerja sebagai sopir untuk seorang pemilik restoran berkebangsaan Korsel. Pria berumur 23 tahun itu diyakini sebagai pemimpin kelompok penyerang sekolah tersebut.Chea Sokhon mengklaim bahwa mantan majikannya itu pernah memukulnya sebanyak dua kali. Karena itulah ia menyimpan dendam yang mendalam. "Kemarin mereka masuk ke sekolah untuk membalas dendam pada anak-anak Korea itu, namun untunglah bocah-bocah tersebut sedang berada di ruangan lain," ujar Chanthoeun. "Jika anak-anak itu di ruangan tersebut, mereka pasti sudah dibunuh," imbuhnya.Menurut Chanthoeun, para penyerang itu panik ketika polisi keburu datang dan mengepung sekolah. Karena itu mereka minta disediakan mobil untuk dipakai kabur, juga uang dan senjata.
(ita/)











































