Tak Punya Jari, Syukur Tetap Data Pemilih Pilkada dengan Maksimal

Tak Punya Jari, Syukur Tetap Data Pemilih Pilkada dengan Maksimal

M Bakrie - detikNews
Jumat, 26 Jan 2018 10:45 WIB
Tak Punya Jari, Syukur Tetap Data Pemilih Pilkada dengan Maksimal
Makassar - Terlahir tanpa memiliki jari-jemari di kedua tangannya tak membuat Muhammad Syukur patah semangat dalam beraktivitas. Warga Desa Borikamase, Kecamatan Maros, Baru, Maros, Sulsel, itu menjadi petugas KPU untuk menyukseskan pilkada serentak di Sulsel.

Bahkan pemuda kelahiran 1994 ini menginspirasi banyak orang setelah video aktivitasnya sebagai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada Serentak Sulawesi Selatan diunggah dan viral di media sosial.

Putra kelima pasangan Daeng Ngerang dan Daeng Pase ini dipercaya sebagai PPDP untuk melaksanakan proses pencocokan dan penelitian data pemilih dari rumah ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jadi PPDP untuk menambah pengalaman dan menambah teman. Selain itu, untuk menambah ekonomi keluarga," kata Muhammad Syukur saat ditemui detikcom, Jumat (26/1/2018).

Almumni Madrasah Aliyah DDI Alliritengae, Maros, ini memang dikenal sebagai pemuda yang aktif di kampungnya. Selain menjadi aktivis remaja masjid, ia pernah terlibat sebagai petugas TPS pada Pemilihan Bupati Maros 2015.

Sehari-hari, Syukur menghabiskan waktu dengan membantu orang tuanya di sawah. Selain itu, ia memiliki usaha kecil-kecilan berupa peternakan bebek petelur.

"Apa saja saya bisa kerjakan untuk membantu orang tua saya. Mulai membajak sawah, menanam, panen, mengurus ternak, dan sebagai tukang kayu kalau ada orderan," ceritanya.

Syukur mengaku, dengan bertugas sebagai PPDP, ia bisa mendapatkan honor Rp 800 ribu. Jika sesuai dengan kontraknya dua bulan, ia bisa mendapatkan honor pekerjaan Rp 1,6 juta.

"Honor itu akan saya simpan buat tabungan dan bantu-bantu orang tua. Makanya, saya bersyukur sekali bisa dimasukkan sebagai PPDP di wilayah saya," tutur Syukur.

Sebagai pria dewasa, Syukur juga punya cita-cita untuk berkeluarga. Makanya, ia rela mengerjakan apa saja demi untuk menambah uang simpanan yang ia telah persiapkan sebagai modal untuk menikah.

Hanya, meski ia bisa mengendarai motor dan mobil, ia tidak memiliki kendaraan pribadi. Saat bertugas, kadang ia harus berjalan kaki dari rumah ke rumah atau menumpang kendaraan warga yang kebetulan lewat.
Tak Punya Jari, Syukur Tetap Data Pemilih Pilkada dengan Maksimal

"Saya bisa bawa motor dan mobil, tapi saya tidak punya. Makanya saya biasa jalan atau menumpang sama orang yang lewat," lanjutnya.

Hasil pekerjaan Syukur bahkan diakui tak berbeda dengan 600 lebih PPDP lainnya yang bertugas di Maros. Betapa tidak, meski tak memiliki jari, ia sangat lihai menulis, meski harus menggunakan dua tangannya mengapit pulpen.

"Saya sudah melihat langsung bagaimana Syukur bekerja. Saya pribadi kagum. Meski kondisi fisiknya terbatas, ia mampu bekerja, bahkan lebih baik dari orang normal," ujar komisioner KPU Maros, Ansar.

Saat ini, Syukur sudah berhasil melakukan pencocokan dan penelitian data 70 persen dari total calon pemilih di area tugasnya. Sebelum masa akhir pencocokan dan penelitian data pada 18 Februari mendatang, Syukur diperkirakan bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. (asp/asp)


Berita Terkait