detikNews
Jumat 26 Januari 2018, 10:16 WIB

Pasukan Polri di PBB Diingatkan Tak Bawa Barang Ilegal ke Tanah Air

Mei Amelia R - detikNews
Pasukan Polri di PBB Diingatkan Tak Bawa Barang Ilegal ke Tanah Air Foto: Barang pasukan Polri yang tergabung dalam misi perdamaian PBB diperiksa sebelum pulang ke tanah air. (Istimewa)
Darfur - 139 Anggota Bhayangkara Polri yang tergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Indonesia akan dipulangkan ke tanah air. Mereka akan digantikan oleh pasukan baru yang sudah dipersiapkan untuk segera bertugas dalam misi perdamaian PBB di Sudan.

"Misi mereka di UNAMID selama 1 tahun terhitung mulai tanggal 21 Januari 2017 dan direncanakan kembali ke tanah air pada tanggal 27 Januari 2018," ujar Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Brigjen Krishna Murti dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (26/1/2018).

Satgas Garbha II FPU 9 Indonesia yang dipimpin oleh AKBP Ahmad Arif Sopiyan ini akan digantikan oleh Satgas Garbha II FPU 10 Indonesia yang akan dipimpin oleh AKBP Lukman Malik. Satgas Garbha II FPU 10 Indonesia ini diberangkatkan dari Jakarta pada tanggal 26 Januari 2018.

Sebelum kembali ke tanah air, pasukan FPU 9 Indonesia ini diperiksa kesehatannya pada akhir misi. Proses rotasi dipersiapkan dengan mengecek inventaris dinas yang akan diserahterimakan sampai pada pengecekan barang-barang pribadi personel yang akan dibawa kembali ke tanah air.

"Proses pengecekan barang-barang pribadi personel merupakan hal yang menjadi atensi dari Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) sehingga beliau mengirimkan tim khusus untuk mengawasi proses rotasi ini khususnya pada saat proses pengecekan barang-barang bawaan personel yang akan dibawa kembali ke tanah air," tuturnya.

Tim khusus untuk rotasi yang dipimpin Brigjen Krishna dan didampingi Kompol I.G Nyoman Bratasena serta 2 orang staf KBRI untuk Sudan dan Eriteria tiba di El-Fasher, Sudan, pada tanggal 24 Januari 2018. Dalam arahannya, Krishna memaparkan atensi Kapolri untuk selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia khususnya Polri di mata Internasional.

"Saya ingatkan saudara-saudara sekalian agar tidak ada yang membawa barang-barang ilegal yang dilarang untuk dibawa seperti senjata api dan amunisi Ilegal, gading (baik utuh maupun sebagian) dan barang lainnya yang dilarang oleh pemerintah Sudan maupun PBB," kata Krishna.

"Apabila ada yang coba-coba melanggar aturan ini, Polri tidak segan-segan akan memecat pelakunya tanpa ampun karena ini menyangkut kehormatan dan nama baik bangsa Indonesia," tegas Krishna.

Pemeriksaan barang dilakukan pada hari Kamis 25 Januari 2018 yang digelar di lapangan Garuda Camp dengan tim pemeriksa gabungan dari UNAMID MOVCON, UNDSS, Military Police dan FPU Coordinator yang langsung diawasi oleh Tim Mabes Polri. Proses pemeriksaan berlangsung mulai jam 09.00-jam 18.30 waktu setempat.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang- barang yang dilarang dan dinyatakan clear untuk dibawa kembali ke tanah air," imbuh Krishna.
(mei/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com