6 Anak Bergizi Buruk Masih Dirawat di RSUD Koja, Jakut

6 Anak Bergizi Buruk Masih Dirawat di RSUD Koja, Jakut

- detikNews
Jumat, 17 Jun 2005 13:51 WIB
Jakarta - Anak-anak bergizi buruk juga ada di Jakarta. Sementara ini, ada delapan anak bergizi buruk yang ditangani RSUD Koja, Jakarta Utara. Dua anak sudah membaik, enam anak lainnya masih dirawat intensif. Saat detikcom mengunjungi rumah sakit yang terletak di Jl. Deli, Koja, Jakarta Utara ini, Jumat (17/6/2005), keenam anak itu dirawat di lantai empat di ruang anak. Kondisi keenam anak di bawah lima tahun (balita) ini sungguh memprihatinkan. Kepala membesar, perut membuncit, kaki dan tangan tampak kurus kecil, dan tulang iganya tampak jelas. Sebagian dari mereka tampak merintih dan menangis. Para anak bergizi buruk ini diambil oleh petugas dinas kesehatan dari sudut-sudut kampung di Jakarta Utara. Keenam anak yang masih dirawat itu adalah Nadia (1 tahun) masuk ke RSUD 28 Mei, Rayhan (2 tahun) masuk ke RSUD 13 Juni, Abdul Muin (3,5 tahun) masuk ke RSUD tanggal 16 Juni, Rahmatullah (1,5 tahun) masuk ke RSUD 16 Juni, Mahdia (2 tahun) masuk ke RSUD 16 Juni, dan Dea (18 bulan) masuk ke RSUD 14 Juni 2005. Sedangkan dua balita yang sudah diperbolehkan meninggalkan RSUD adalah Budianto (1,5 tahun) dan Herawati (1 tahun). Keduanya telah diperbolehkan pulang pada Senin (13/6/2005) lalu. Dari keenam anak bergizi buruk yang masih dirawat di RSUD, kondisi Nadia, Mahdia, dan Rayhan yang tampak masih cukup parah. Nadia dan Mahdia berjenis kelamin perempuan, sedangkan Rayhan laki-laki. Ketiga anak ini mendekati busung lapar. Kepala membesar dan perut yang masih sangat buncit. Bahkan, Rayhan terus menerus menangis merintih. Kepala Humas dan Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Koja, dr. Caroline menyatakan, sebenarnya anak-anak yang bergizi buruk itu menderita penyakit lain terlebih dulu. "Mereka itu awalnya bukan karena memiliki gizi buruk. Tetapi, mereka terlebih dulu menderita penyakit seperti infeksi, kejang-kejang maupun panas," kata Caroline saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/6/2005). Meski begitu, RSUD Koja tetap akan merawat mereka dengan baik. Bahkan, kata Caroline, seluruh biaya perawatan terhadap anak-anak itu akan ditanggung oleh pemerintah melalui program Jaring Pengaman Sosial Keluarga Miskin (JPS Gakin). Ny Maryamah, ibunda Nadia, menyatakan, pengobatan terhadap anaknya baru digratiskan mulai 15 Juni lalu, setelah ada petugas Dinas Kesehatan ke RSUD. Padahal, Nadia sudah dimasukkan ke RSUD sejak 28 Mei. "Saya sudah habis untuk obat-obatan Rp 2 juta. Saya tidak tahu juga berapa biaya rawat inap untuk anak saya yang harus saya keluarkan," kata dia. Menurut Maryamah, berdasarkan keterangan dokter, anaknya menderita TBC dan infeksi saluran pernapasan. Dia tidak terlalu paham juga dengan penyakit anaknya ini. Selama ini, kata dia, dirinya selalu memberikan Nadia ASI dan juga susu formula. (asy/)


Berita Terkait