Gus Dur: Cari Orang yang Ambil Mobil Antipeluru Presiden
Jumat, 17 Jun 2005 13:40 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta kasus hilangnya mobil antipeluru presiden diungkap secara serius. Pemerintah harus mengusut pihak yang menghilangkan atau mengambil mobil tersebut. "Ya kita cari orangnya yang menghilangkan atau mengambil. Lalu kita tanya you mau mobil ini? Berani bayar berapa? Lalu dengan uang itu kita pakai untuk kepentingan presiden untuk (membeli mobil) antipeluru," kata Gus Dur.Hal itu disampaikan Gus Dur saat ditemui wartawan usai menerima grup band Dewa di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (17/6/2005). Gus Dur mengaku tak begitu tahu tentang mobil antipeluru presiden. Ketua Dewan Syuro PBNU itu juga menyatakan tak tahu apakah Sekretariat Negara (Setneg) terlibat hilangnya mobil itu. "Saya tidak tahu juga. Pokoknya saya hanya naik dan duduk saja," katanya. Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, dalam rapat dengan DPR 13 Juni lalu mengatakan, mobil antipeluru presiden tidak jelas keberadaannya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini menggunakan mobil antipeluru yang telah usang keluaran 1998. Mobil yang digunakan SBY itu diperkirakan adalah mobil yang digunakan Presiden BJ Habibie.
(iy/)











































