Gus Dur: Wiranto cs Harus Penuhi Panggilan Komnas HAM
Jumat, 17 Jun 2005 13:20 WIB
Jakarta - Penolakan Wiranto cs membuat pengungkapan kasus penghilangan paksa aktivis menemui jalan buntu. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pun menyentil para jenderal itu. Menurut Gus Dur, Wiranto, Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin harus memenuhi panggilan Komnas HAM."Ya kalau mau menghargai hukum ya harus datang. Kalau tidak datang, secara hukum salah," kata Gus Dur saat ditemui wartawan usai menerima personel band Dewa, di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (17/6/2005).Gus Dur setuju ketidakhadiran mantan Pangab cs memenuhi panggilan Tim Penyelidikan Penghilangan Orang Secara Paksa (TPOSP) menandakan TNI masih arogan seperti dulu. Namun Gus Dur mengingatkan, tak semua personel TNI arogan. "Kalau ada yang bersalah itu saja yang kita sikapi. Kalau yang tidak bersalah nggak apa-apa," katanya.TPOSP hingga kini gagal memeriksa para jenderal yang diduga mengetahui penghilangan paksa aktivis pada tahun 1997-1998. Babinkum TNI beralasan, Wiranto, Sjafrie dan Prabowo tidak perlu memenuhi panggilan TPOSP karena belum ada putusan politik dari DPR yang menyatakan perlunya penyelidikan kasus itu.Meski menolak datang ke Komnas HAM, Wiranto sempat melakukan pertemuan dengan Ketua TPOSP Ruswiyati Surya Saputra dan anggotanya, Samsuddin. Dari pertemuan itu, IKOHI mendapat informasi, Wiranto membuat pengakuan 14 aktivis yang hilang pada tahun 1998 telah meninggal dunia. Namun kabar IKOHI itu dibantah Wiranto dan Samsuddin. Sedangkan Ruswiyati menolak berkomentar.
(iy/)











































