Pemilu Iran Digelar, Rafsanjani Diprediksi Menang
Jumat, 17 Jun 2005 11:45 WIB
Jakarta -
Rakyat Iran hari Jumat (17/6/2005) ini menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan presiden untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Presiden Mohammed Khatami.Ada tujuh kandidat yang akan memperebutkan posisi Khatami, sang ulama reformis itu. Di antara mereka, calon terkuat adalah mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani, yang memimpin negara republik Islam itu selama periode 1989 hingga 1997.Sekitar 48 juta warga Iran dinyatakan sah untuk memilih dalam pemilu 2005 ini. Demikian seperti diberitakan CNN, Jumat (17/6/2005). Dalam pemilihan presiden ini, jika tidak ada calon presiden yang meraih suara mayoritas, maka dua kandidat dengan perolehan suara terbanyak akan bertarung dalam putaran kedua pemilihan.Hasil sejumlah poling menunjukkan bahwa perebutan suara akan berlangsung ketat. Rafsanjani kemungkinan besar akan maju ke putaran kedua untuk menghadapi kandidat reformis atau konservatif yang bersekutu dengan Syiah, hirarki berpengaruh di negeri itu.Presiden Khatami sendiri yang telah memerintah selama dua periode, dilarang untuk kembali mengikuti pemilihan tahun ini. Khatami meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden pada tahun 1997 dan 2001 silam.Sejumlah pengamat politik menuturkan bahwa hampir dipastikan Rafsanjani akan memenangkan pemilu Iran kali ini. Rafsanjani dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh bagi kubu konservatif maupun reformis. Kepentingan kedua kubu itu ada pada figur Rafsanjani. Dengan kata lain, Rafsanjani yang telah berusia 72 tahun itu adalah kandidat kubu konservatif dan juga reformis.
(ita/)










































