Tidak Semua Sopir Angkot Tahu Program OK Otrip

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 25 Jan 2018 12:19 WIB
Foto: Angkot di Tanah Abang (Opik-detikcom)
Jakarta -

Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan program OK Otrip pada angkot di Tanah Abang. Sayangnya, tidak semua pengemudi angkot mengetahui soal program tersebut.

Pengemudi angkot M10 jurusan Tanah Abang-Meruya, Ahmad Inul mengatakan dirinya baru mendengar soal program itu.

"Ini baru dengar saya ada program tersebut. Caranya bagaimana," kata Inul di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018).

Menurut Inul, dirinya tidak mengetahui sistem kerja dari penggunaan OK Otrip yang akan dilaksanakan oleh pemerintahan Anies-Sandi.

"Kita malah tidak tahu sistem pembayarannya bagaimana? Apakah di gaji bulanan," tanya Inul.



Hal senada juga diungkapkan oleh Harun, sopir angkot yang juga jurusan Tanah Abang-Meruya.

"Enggak pernah dengar sama sekali. Baru dengar sekarang," ujarnya.

Namun bagi keduanya, program OK Otrip tidak masalah diterapkan tetapi dengan sistem pembayaran yang jelas. Semenjak adanya transportasi online, lanjut Harun, penghasilan yang didapatkan dirinya jauh berkurang.

Sebagai contoh, rata-rata pendapatannya per hari saat ini berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu per hari. Angka tersebut jauh berbeda sebelum maraknya transportasi online dengan angka di atas Rp 100 ribu.

Tidak Semua Sopir Angkot Tahu Program OK OtripFoto: Angkot di Tanah Abang (Opik-detikcom)

"Makanya apakah program ini menanggung minyak (bahan bakar) dan dibayar gaji bulanan?" tanya Harun.

Harun menginginkan jika seandainya ada gaji bulanan, maka dirinya meminta gaji di atas Rp 4 juta per bulan.

"Kalau harganya seperti itu kita sih tidak apa apa pakai program itu," ucapnya. (fiq/rvk)