detikNews
Kamis 25 Januari 2018, 11:56 WIB

Dua Kali Langgar Etik, Ketua MK Diminta Mundur Pegawainya

Rivki - detikNews
Dua Kali Langgar Etik, Ketua MK Diminta Mundur Pegawainya Foto: Arief Hidayat (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - PNS Mahkamah Konstitusi (MK) Abdul Ghoffar Husnan meminta ketuanya, Arief Hidayat mengundurkan diri. Ghoffar menilai Arief tidak layak lagi menjadi hakim konstitusi karena 2 kali melanggar kode etik.

"Menyikapi putusan Dewan Etik untuk yang kedua kalinya, seharusnya Arief Hidayat mundur," kata Ghoffar kepada detikcom, Kamis (25/1/2018).

Ghoffar sehari-hari menjadi peneliti di MK. Ia telah bekerja di MK lebih dari satu dasawarsa dan silih berganti menjadi staf ahli para hakim konstitusi yang ada.
Dua Kali Langgar Etik, Ketua MK Diminta Mundur Pegawainya

"Ibarat permainan sepak bola, akumulasi dua kartu kuning adalah kartu merah. Secara gentlemen ia harus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lalu mengundurkan diri," ujar Ghoffar.

Kedua kartu kuning yang dimaksud yaitu sanksi Dewan Etik pertama tentang katebelece ke pejabat kejaksaan. Kartu kuning kedua yaitu sanksi Dewan Etik tentang pertemuan Arief Hidayat dengan anggota Komisi III DPR di sebuah hotel di Jalan Sudirman, Jakarta. Pertemuan itu jelang fit and propert test Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi periode kedua.

"Jika pernyataan mundur itu tidak segera dilakukan, lembaga ini sulit mendapatkan kepercayaan publik. Kalau marwah itu sudah hilang, buat apa juga ngotot bertahan menjadi Ketua MK," cetus Ghoffar.

Atas pernyataan Ghoffar di atas, detikcom sudah mencoba meminta konfirmasi ke Arief Hidayat tetapi belum mendapatkan jawaban.
(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com