"Penerapan teknologi canggih di suatu bidang tidak akan optimal apabila tidak didukung dengan perubahan mindset dan culture dari penggunanya. Oleh karena itu, kita perlu melakukan perubahan mindset dan culture untuk menyesuaikan dengan kemajuan teknologi terkini," kata Budi Karya dalam keterangannya, Kamis (25/1/2018).
Hal yang sama juga disampaikan Budi dalam acara Seminar Inaportnet "Strategi Peningkatan Electronic Data Interchange (EDI) pada Pelabuhan di Indonesia" di Hotel Sari Pan Pacific di Jakarta, Rabu (24/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Republik Indonesia memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Jepang yang telah terjalin selama 60 tahun. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah dalam hal pemberian technical assistant atau bantuan teknis dari Jepang kepada Indonesia dalam implementasi Inaportnet.
Lebih lanjut Budi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang merupakan kerja sama Kementerian Perhubungan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
"JICA sudah memberikan suport teknologi dan bantuan teknis untuk meningkatkan implementasi inaportnet di Indonesia dan saya yakin kegiatan ini dapat bermanfaat bagi perkembangan sektor transportasi di Indonesia serta meningkatkan keakraban hubungan dengan negara Jepang," imbuhnya.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno mengungkapkan bahwa bantuan teknis yang diberikan Jepang kepada Indonesia salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Seminar Inaportnet ini yang terselenggara atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan JICA.
Tujuan dari seminar ini, lanjut Dwi, ialah untuk memperkenalkan inaportnet sekaligus sebagai forum bertukar pikiran terkait perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan inaportnet ke depan.
"Melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar pikiran dalam peningkatan implementasi inaportnet di Indonesia, dan yang terpenting adalah kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman Jepang dalam menerapkan Sistem Pertukaran Data Elektronik (EDI) di pelabuhan," kata Dwi.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa Indonesia telah mengimplemantasikan Sistem Pertukaran Data Elektronik (EDI) di pelabuhan atau dikenal dengan nama Inaportnet pada 16 pelabuhan di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2016 – 2017.
"Sistem Inaportnet ini digunakan untuk meningkatkan kecepatan pelayanan kapal di pelabuhan dan menyederhanakan prosedur yang ada di pelabuhan sehingga kegiatan di pelabuhan dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta dapat menurunkan biaya logistik," kata Dwi.
Setelah diimplementasikan, Dwi menambahkan, sistem inaportnet tentu harus terus ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat berjalan lebih baik dan lancar.
"Untuk meningkatan implementasi Inaportnet di lapangan maka Ditjen Perhubungan Laut bekerjasama dengan JICA melaksanakan proyek kerjasama "Strategi Peningkatan Electronic Data Interchange (EDI) pada Pelabuhan di Indonesia" yang berlangsung selama 2 tahun mulai bulan April 2017 sampai dengan bulan April 2019," jelas Dwi.
Dwi menjelaskan bahwa proyek kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sistem Inaportnet di Indonesia dengan menganalisa berbagai tantangan yang muncul setelah diimplementasikan, menganalisa prosedur terkait di pelabuhan sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh Pemerintah, meningkatkan pemahaman dan kesadaran para stakeholder di pelabuhan untuk mengikuti seluruh prosedur dalam sistem inaportnet.
Penerapan inaportnet merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kapal di pelabuhan.
"Pemerintah berharap kerjasama dengan seluruh pihak termasuk dengan Pemerintah Jepang dapat terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan manfaat yang besar dalam pengembangan Inaportnet di Indonesia," tutup Dwi. (fjp/jbr)











































