Masyarakat Ramai Bicarakan Adiguna, Nurdin dan SAHAM
Jumat, 17 Jun 2005 10:10 WIB
Jakarta - Jumat (17/6/2005) pagi ini masyarakat sibuk membicarakan tiga hal: Adiguna, Nurdin dan SAHAM. Nama yang terakhir adalah isinial dari Said Agil Husin Al Munawwar, Menteri Agama (Menag) era Megawati Soekarnoputri.Ketiganya berkaitan dengan kasus hukum. Putusan hukum pada ketiga orang ini kebetulan jatuh pada hari yang sama, yaitu Kamis, 16 Juni, kemarin.Adiguna dibicarakan karena pembunuh mahasiswa UBK sekaligus pekerja Fluid Bar itu 'hanya' dijatuhi hukuman 7 tahun. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) ini sangat jauh lebih lunak dibandingkan tuntutan jaksa yaitu hukuman seumur hidup.Nurdin Halid diomongin karena dia bebas murni dari tuduhan korupsi di Koperasi Distribusi Indonesia (KDI). Tuntutan jaksa 20 tahun penjara, mental.Putusan ini paling banyak diungkit oleh banyak kalangan karena vonisn bebas itu melukai rasa keadilan masyarakat dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi. PN Jaksel pun dicap sebagai kuburan kasus korupsi kakap.Sedangkan SAHAM jadi bahan perbincangan karena dia menjadi tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji di Departemen Agama yang besaran nilainya sedang dihitung Kejagung. Dia adalah eks menteri pertama yang jadi tersangka.Ketiga isu itu hari ini menjadi headline semua koran terbitan Ibukota. Jika tidak Nurdin Halid, berita utamanya ya Adiguna. Atau SAHAM.Di radio, ketiga tema ini juga ramai dibahas. Pendengar banyak yang berpartisipasi mengecam vonis Adiguna dan Nurdin. "Itu vonis kontroversial," kata seorang pendengar radio swasta. "Hakim-hakimnya harus diperiksa MA tuh," komentar pendengar lainnya. Siaran televisi juga berlomba menggeber ketiga isu itu.Masih ada satu hal yang jadi bahan bisik-bisik masyarakat. Yaitu penyuapan pengacara gubernur nonaktif NAD Abdullah Puteh, Tengku Syaifuddin Popon, Rp 250 juta kepada Wakil Ketua Panitera Ramadhan Rizal -- sebelumnya tertulis Syamsu Rizal. Penyogokan ini menunjukkan masih kuatnya mafia peradilan di zaman reformasi sekarang ini. Anda juga sibuk ngobrolin Adiguna, Nurdin dan SAHAM serta Popon?
(nrl/)











































