Ma'arif: PBR Zainuddin MZ Ibarat Rumah Tak Punya IMB
Jumat, 17 Jun 2005 09:14 WIB
Jakarta - Ancaman pemecatan oleh kubu Zainuddin MZ ditanggapi dingin Zaenal Ma'arif. Menurut Zaenal, ancaman itu tidak perlu ditanggapi. Sebab PBR yang dipimpin Zainuddin MZ ibarat rumah yang tidak punya izin mendirikan bangunan (IMB)."Jadi, untuk apa saya bergabung ke institusi yang sebentar lagi bubar karena tidak sah secara hukum. Mereka itu ibarat rumah yang tidak punya IMB yang sebentar lagi akan dibongkar," tegas Zaenal Ma'arif.Pernyataan ini disampaikan dalam rilis yang dikirimkan oleh DPP BPR versi Zaenal Ma'arif kepada detikcom, Jumat (17/6/2005). Rilis ditandatangani Ketua Bidang Humas dan Penerbitan PBR versi Zaenal Ma'a Miqdad Husein dan Wakil Sekretaris Jenderal Abdul Harris Bobihoe .Sindiran di atas disampaikan Zaenal menanggapi ancaman pemecatan kalau dirinya tidak mau bergabung dengan kubu Zainuddin. Ancaman disampaikan Sekjen PBR kubu Zainuddin, Bursah Sarnubi, dalam jumpa pers di Jakarta."Ancaman kosong seperti itu apa pantas ditanggapi," begitu mula-mula komentar Zaenal. Lalu dijelaskanya, secara yuridis DPP PBR yang diklaim Zaenuddin sebagai hasil muktamar adalah batal demi hukum. "Yang sah kepengurusan saya," kata politisi PBR yang juga Wakil Ketua DPR RI ini.Berdasarkan UU Partai Politik, lanjut Zaenal, DPP PBR Zainuddin tidak sah dalam proses pendaftaran. Sebab mereka mendaftar ke Departemen Hukum dan HAM pada 4 Mei lalu atau enam hari setelah muktamar pada 28 April.Ini tidak memenuhi persyaratan pasal 13 UU Parpol yang mengharuskan pendaftaran minimal tujuh hari dan maksimal 30 hari sesudah muktamar. "Jadi ibarat membeli karcis tapi loketnya belum buka, kan tidak bisa. Atau Orang puasa belum adzan Maghrib, sudah buka, itu kan batal," kata Abdul Harris Bobihoe kepada detikcom.Karena itu, Zaenal mengecam manuver kubu Zainuddin yang main pecat terhadap seterunya di PBR. Zaenal juga meminta pihak-pihak yang berwenang tidak menanggapi berbagai surat dari Zaenuddin MZ karena tidak memiliki legalitas hukum.Kegiatan LiarAbdul Harris Bobihoe, dalam perbincangan dengan detikcom melalui telepon, Jumat (17/6/2005) pagi, juga memperingatkan rencana DPP PBR kubu Zainuddin untuk mengadakan hajatan politik di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta, pada Jumat (18/6/2005) besok.Menurut Abdul Harris, rencana Zainuddin menggelar pelantikan pengurus DPP PBR dan Mukernas adalah kegiatan liar. "Kami tidak bertanggungjawab kalau ada masalah-masalah yang yang timbul. Kita anggap itu pertemuan yang liar," ujarnya.
(gtp/)











































