ADVERTISEMENT

KPK Ungkap Permintaan USD 300 Ribu untuk Munas Golkar dari Proyek Bakamla

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 24 Jan 2018 15:21 WIB
Komunikasi WhatsApp yang ditampilkan jaksa di sidang (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK kembali menampilkan percakapan Fayakhun Andriadi dengan Erwin Arief melalui WhatsApp dalam sidang lanjutan perkara suap proyek satellite monitoring Bakamla. Dalam percakapan itu, terungkap Fayakhun meminta USD 300 ribu untuk petinggi Golkar.

"Jawaban saksi dalam BAP (berita acara pemeriksaan): Terkait Munas Partai Golkar tersebut, saudara Fayakhun membutuhkan dana, makanya Fayakhun agar dicairkan terlebih dahulu USD 300 ribu untuk diberikan petinggi Partai Golkar. Sedangkan sisanya untuk umatnya atau pejabat partai kelas bawah bisa ditransfer ke rekening JP Morgan. Ini benar?" tanya jaksa pada Erwin dalam sidang lanjutan terdakwa Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

"Iya, itu Fayakhun informasi kan kepada saya ada transfer 200 dan 300 ribu dolar," ujar Erwin.

Erwin merupakan managing director PT Rohde and Schwarz. Jaksa menyebut peran Erwin sebagai perantara komunikasi dari Fayakhun ke Fahmi Darmawansyah (mantan Direktur PT Melati Technofo Indonesia/pemenang proyek di Bakamla). Dalam BAP juga disebut soal Munas Golkar.

Jaksa kembali bertanya pada Erwin terkait Munas Golkar yang dimaksud dalam BAP itu. Erwin menjelaskan permintaan uang itu sebelum Munas Golkar pada tahun 2016.

"Ini Jumat depan sudah Munas Golkar maksudnya apa?" tanya jaksa.

"Maksudnya itu Dami (M Adami Okta/mantan anak buah Fahmi) akan lakukan transfer pada hari Senin. Kalau menurut Fayakhun transfer hari Senin masuknya akunnya Jumat. Sedangkan mereka membutuhkan hari Senin, jadi permintaan Fayakhun sebelum hari Senin sudah dilakukan. Karena saya dapat info dari Dami mereka eksekusi transfer hari Senin," kata Erwin.

Percakapannya dengan Fayakhun itu menurut Erwin selalu disampaikan ke Adami. Kemudian, Adami meneruskannya ke Fahmi.

KPK Ungkap Permintaan USD 300 Ribu untuk Munas Golkar dari Proyek BakamlaKomunikasi WhatsApp yang ditampilkan jaksa di sidang (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)


Berikut percakapan Fayakhun dengan Erwin Arief melalui WhatsApp pada 4 Mei 2016:

Erwin Arief: USD, JP Morgan Chase Bank, N.A, New York
Swift code CHASUS33
ABA 021-000-021
Favour account 400-928582
JP Morgan Internaitonal Bank Limited, Brussels (JPMGBEBB)
for Further Credit to account name
Forestry Green Investmens Ltd
Acconut no 9890360
Erwin: Apakah acc bro di atas masih on
Karena kalau tunai susah di anyarinya. Sekarang bank ketat banget
Bro krn kalau menurut fahmi itu drones 720 + satmon 500 = 1.220 T

Fayakhun Andriadi: Account masih on
Benar 1,22 T. Saya tolong diberi salinan perintah transfernya ya bro untuk saya beritahu account manager saya

Erwin Arief: Dan untuk perhatian ke bro, fahmi cuma bisa commit di angka 0,5 % dari 720 M
Bro itu udah confirm ya 1,22 T
Kalau udah confirm minggu depan senin atau selasa di jalanin sama fahmi yang 1 %
Jadi final ya bro: 720 M Drones
500 M Satmon

Fayakhun Andriadi: Noted bro, konfirm bro
Bro kalau dikirim senin maka masuk di tempat saya kamis atau jumat depan. Padahal jumat depan sudah munas golkar
Apa bisa dipecah, yang cash di sini 300 ribu, sisanya di JP Morgan?
300 ribunya diperlukan segera untuk petinggi2nya dulu
Umatnya nyusul minggu depan

Erwin Arief: Bro akan diusahakan karena kamis atau jumat libur

(dhn/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT