Penampungan Anak di Parung
Kegiatannya Bernyanyi & Berdoa
Jumat, 17 Jun 2005 06:51 WIB
Bogor - Legalitas Yayasan Harapan Bangsa (YBH) yang terletak di kawasan Perumahan Metro Parung, Bogor sedang diusut polisi. Tapi, bagaimana sebenarnya kegiatan sehari-hari 12 anak penghuni yayasan yang didirikan Lianty Susilowaty (46) sejak tahun 2000 ini."Pukul 05.00 ada kegiatan kerohanian. Kita bernyanyi dan berdoa lalu baca Alkitab," kata salah satu penghuni bernama Suni (16) kepada detikcom di YBH, Jl Tulang Kuning RT 01 RW 06 No. 41, Desa Waru, Parung, Bogor, Jumat (17/6/2005).Suni yang menjawab pertanyaan detikcom dari balik gerbang selebar dua meter ini berujar, setelah kegiatan rohani, dirinya beserta anak-anak lainnya langsung bersih-bersih ruangan dan pekarangan sampai rapi.Penampungan YBH yang luasnya sekitar 10 x 50 meter ini bila dilihat dari atas, berbentuk huruf L. Panjang lorong gerbang hijau, yang selalu berkawat, didepan YBH ini berukuran sekitar 2 x 15 meter. Sayangnya, detikcom tidak diijinkan masuk oleh pembantu Mami Yanti bernamaLisa."Kalau sudah pukul 07.00, kita berangkat ke sekolah, itu pun untuk yang sekolah," tambah Suni yang tidak diijinkan wawancara diluar, oleh Lisa, yang rumahnya berjarak tak kurang dari lima meter dengan YBH."Pukul 12.00 itu jatahnya kita tidur siang. Terus setelah bangun, kita langsung beres-beres rumah, setelah itu jam bebas," timpal rekan Suni, Ati (18) gadis asal Kupang, NTT. Ati, gadis berambut ikal yang ditemani anak-anak lainnya ini lalu melanjutkan perkataannya, "Dari pukul 19.00, kita belajar sampai pukul 21.00 malam. Sebelum tidur, Kita berdoa lagi," tambah Ati yang tampak mengenakan kaos kuning ini. Bila hari Minggu, anak-anak yang sudah besar pergi ke gereja. "Nama gerejanya, Gereja Bethel Indonesia di daerah Bantar Kemang, Bogor," jelas Ati tampak ramah. Semua anak-anak penghuni yayasan ini menganut Protestan. Dari Parung Sampai KupangAti, yang dijanjikan akan disekolahkan di sekolah Alkitab di bilangan Jakarta ini kemudian menyebutkan satu per satu, umur, nama dan asal teman-teman lainnya.Andre (12) asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), saat ini duduk di kelas tiga SDN Curug I Parung, "Saya kesini dibawa sama om," aku Andre. Agung (6) asli Parung, mengaku tak lama lagi akan mengenyam sekolah dasar. David (10) asal manado, tengah duduk di kelas empat SDN Curug I, Parung. "Kalau Saya dibawa kesini sama temennya Mami Yanti," tutur David yang mengenakan kaos tim sepakbola.Cathrine (5) Palembang, Suni (16) warga Gunung Sitoli, Nias yang mengaku baru datang ke YHB sekitar bulan Juni. Lubed (14) Pontianak, Kalimantan Barat, saat ini sudah kelas satu SMP Panca Darma, Parung, Bogor. Cintya (4) gadis cilik asli Parung. Gery (1) balita asli Parung. Lisa (10) berasal dari Manado, Lisa masih duduk dibangku kelas empat SDN I Curug, Parung. Mia (10) asal Kupang, NTT saat ini juga duduk di kelas empat SDN I Curug, Parung. Terakhir, Rina (16) asal Pontianak, Kalimantan Barat. Rina sudah duduk di kelas tiga SMP Panca Darma, Parung, Bogor.
(gtp/)











































