Jelang Muktamar, Kaderisasi Muhammadiyah Kedodoran

Jelang Muktamar, Kaderisasi Muhammadiyah Kedodoran

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2005 22:44 WIB
Yogyakarta - Muhammadiyah dinilai mengalami kedodoran dalam pengkaderan. Akibatnya menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-45 ini kesulitan mencari tokoh yang benar-benar layak menggantikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafii Ma'arif.Penilaian ini disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Khoiruddin Bashori dalam simposium nasional Reformasi Model Perkaderan Muhammadiyah di kampus UMY Ringroad Selatan Gamping Yogyakarta, Kamis (16/6/2005)."Kalau melihat dari jumlah yang pernah disaring oleh panitia menjelang muktamar memang banyak yang bersedia untuk menjadi Ketua PP Muhammadiyah, tetapi yang dianggap layak itu jumlahnya tidak banyak," katanya.Menurut Khoiruddin pasca kepemimpinan Amien Rais dan Syafii Ma'arif ini banyak pengurus Muhammadiyah di daerah yang masih kebingungan untuk menentukan pilihan. Padahal hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya. "Dulu orang tidak pernah ragu-ragu saat memilih Amin Rais atau Syafii Ma'arif untuk menjadi Ketua PP."Kondisi ini, menuru Khoiruddin, menunjukkan kaderisasi di Muhammadiyah saat ini tidak berjalan lancar. "Sekarang orang pada bingung mencari penggantinya, tapi Muhammadiyah harus punya ketua," katanya.Lemahnya pengkaderan akan menyulitkan Muhammadiyah dalam lima tahun mendatang, khususnya pada saat pemilu 2009. "Jika ketua yang terpilih nanti mempunyai syahwat politikyang tinggi, maka itu akan sangat berbahaya bagi gerakan Muhammadiyah," katanya.Hal senada juga dikatakan Ketua Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), Mochtar Zuhdi. Menurut Mochtar, kaderisasi Muhammadiyah tampak semakin kedodoran pada saat Muhammadiyah berdekatan dengan dunia politik praktis."Banyak kader Muhammadiyah yang masuk ke politik, namun hasilnya tidak menggembirakan Justru banyak kader Muhammadiyah yang masuk dalam daftar politikus, jadi tokoh bermasalah dan menjadi orang yang masuk daftar KPK, kejaksaan dan kepolisian," kata Mochtar. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads