ADVERTISEMENT

Walkot Mataram: Saya Orang Silat, Tendangan Saya Bagus dan Terukur

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 23 Jan 2018 17:43 WIB
Wali Kota Mataram dan Kasatpol PP Kota Mataram (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh ramai dibahas karena aksi tendangannya ke anggota Satpol PP. Ahyar memastikan tendangannya bagus dan terukur. Dia mengklaim tendangannya tidak mengenai anggota Satpol PP.

"Sebenarnya itu nggak kena, hanya itu saja, nggak ada. Orang ketawa-ketawa. Selama ini belum pernah. Jadi orang tidak tahu kalau saya orang silat. Tendangannya kok masih bagus," kata Ahyar kepada detikcom, Selasa (23/1/2018).


Ahyar mengatakan aksinya itu dilakukan di hadapan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Mataram seusai pelantikan Kepala Satpol PP, Rabu (17/1). Menurutnya, saat itu para pejabat Pemkot Mataram malah terhibur melihat aksinya itu.

"Jadi orang ketawa melihat atraksi saya begitu. Wah, tendangan masih bagus, ada sekda, pejabat lain. Itu kan juga saya ukur, nggak boleh (kena), nggak ada yang kena, kita ukur," ucapnya.

Atraksi tendangan yang dilakukan Walkot Mataram hanya spontanitasWali Kota Mataram mengatakan atraksi tendangan ini hanya spontanitas. (Foto: dok. Istimewa)

Ketua Federasi Olahraga Karate Indonesia itu menambahkan suasana saat itu memang euforia pelantikan pejabat baru di lingkungan Satpol PP. Soal latihan fisik, ia meyakinkan hal itu dilakukan karena spontan saja.

"Itu tes fisik, nggak mungkin saya lakukan (sungguhan), baru selesai melantik ada prosesi di situ dengan pasukan, dengan Satpol PP, banyak pejabat di situ pada ketawa. Itu spontanitas, nggak ada protap begitu. Kecuali kalau ada pelatihan-pelatihan, tapi saya nggak pernah (ikut latihan)," jelasnya.

Senada dengan Ahyar, Kepala Satpol PP Bayu Pancapati mengatakan atraksi itu merupakan bentuk keakraban Satpol PP dengan Ahyar sebagai pembina mereka. Ia pun menampik atraksi itu sebagai pembiaran kekerasan.

"Itu bentuk keakraban kami dengan satuan kami, pembina kami, Pak Wakil dan Wali. Itu biasa di Satpol PP, bukan membiasakan kekerasan, itu salah," ucap Bayu saat dihubungi terpisah. (ams/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT