"Selama tiga bulan itu, mereka sudah 40 kali beroperasi. Mereka sudah mendapatkan sekitar Rp 100 juta," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/1/2018).
Kartu-kartu ATM yang dicuri (Arief Ikhsanudin/detikcom) |
Mereka tertangkap pada 16 Januari 2018 di Tangerang. Aksi mereka sering terekam oleh CCTV di bilik ATM.
"Pertama, mereka memasukkan tusuk gigi ke dalam ATM dengan kartu yang dimodifikasi. Setelah ada sasaran, mereka berpura-pura menolong sambil mengingat-ingat PIN kartu ATM korban," ucap Argo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Wadir Krimum Poda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan pelaku beraksi di wilayah Tangerang. Mereka memilih gerai-gerai ATM sepi untuk beraksi.
"Kalau misal ada ATM di pojok, yang tanpa ada penjagaan, mereka melakukan aksinya," ucap Ade.
Sementara itu, pelaku Andri mengaku mencuri karena ibunya sedang sakit. Dia butuh uang untuk operasi ibunya di Lampung.
"Saya perlu uang untuk berobat Ibu. Ibu saya sakit jantung," kata Andri saat menjawab pertanyaan dari polisi di depan wartawan. (aik/dnu)












































Kartu-kartu ATM yang dicuri (Arief Ikhsanudin/detikcom)