DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 16:49 WIB

Bermodal Uang Palsu, Penipu ini Raup Untung Ratusan Ribu Dolar AS

Arief Ikhsanudin - detikNews
Bermodal Uang Palsu, Penipu ini Raup Untung Ratusan Ribu Dolar AS Konferensi pers di Mapolda Metro Jaya (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Komplotan penipu diringkus Polda Metro Jaya. Mereka melakukan penipuan dengan modus meminjamkan uang rupiah, tetapi palsu.

Menurut polisi, komplotan itu mengincar pengusaha yang ingin mendapatkan pinjaman secara cepat. Komplotan itu memberikan pinjaman dalam rupiah, tetapi meminta jaminan berupa uang dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi korban berinisial V adalah pengusaha perkebunan sawit di Jambi yang membutuhkan uang sebesar Rp 500 miliar," ucap Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Aryani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Komplotan penipu yang berhasil dibekuk yaitu AW alias A alias G, AR alias I alias R, JW alias T, MA alias U, HB alias W, MA alias H. Keenam orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan memiliki peran yang berbeda-beda.

Bermodal Uang Palsu, Penipu ini Raup Untung Ratusan Ribu Dolar ASUang dolar AS yang disita dari komplotan penipu (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

Polisi menyebut AR berperan sebagai pencari korban. Sedangkan, AW disebut polisi sebagai otak dari modus penipuan tersebut.

"Masing-masing pelaku punya peran sendiri, ada yang mencari korban secara acak. Ada yang menjadi bos, ada yang menjadi ajudannya, dan lain-lain," kata Ade.

Modus penipuan tersebut yaitu korban dijanjikan mendapat pinjaman Rp 500 miliar dengan bunga 5 persen. Namun syaratnya korban harus memberi uang jaminan 1 persen dari nilai pinjaman dalam bentuk dolar AS.

"Komunikasi terus dilakukan oleh pelaku. Mereka bertemu pada bulan Juli, sedangkan bertransaksi pada bulan awal Desember 2017," kata Ade.

Setelah disepakati, korban dan rekannya bertemu dengan AW, HB, dan JW di salah satu kafe di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat itu, korban sudah membawa USD 368 ribu atau sekitar Rp 5 miliar sebagai jaminan 1 persen dari pinjaman yang diinginkannya.

Para pelaku kemudian menunjukkan koper berisi uang rupiah yang bersegel salah satu bank. Isi koper itu disebut pelaku hanya sebagian dari nilai pinjaman, sedangkan sisanya berada di Cijantung, Jakarta Timur.

"AW dan korban pergi ke Cijantung. Sedangkan teman korban beserta uangnya masih di Jakarta Selatan. Tapi, di tengah perjalanan, korban berhenti di salah satu tempat makan," ucap Ade.

AW kembali ke Pondok Indah dan meninggal korban dengan alasan ada urusan dulu. Pelaku mendatangi teman korban dengan mengatakan sudah mendapat persetujuan untuk mengambil uang jaminan tersebut.

Bermodal Uang Palsu, Penipu ini Raup Untung Ratusan Ribu Dolar ASUang palsu yang digunakan pelaku untuk mengiming-imingi korbannya (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

"Dia menunjukkan bukti berupa photo copy SIM A sebagai bukti proses dan jaminan sudah selesai," ucap Ade.

Setelah itu, para pelaku kabur dan tak bisa dihubungi. Ketika dicek, uang di dalam koper yang dijanjikan rupanya uang palsu sebesar Rp 3 miliar. Tak hanya palsu, lembaran uang di dalamnya hanya berupa kertas.

Korban pun melaporkan hal itu ke polisi. Kemudian pada akhir Desember 2017, komplotan itu berhasil ditangkap.

"Pelaku kita amankan di Pekanbaru, Cianjur, Jakarta, Depok. untuk saudara AW kita amankan di Cianjur," ucap Ade.
(aik/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed