2 Menteri dari Golkar Rangkap Jabatan, PKS Sindir Komitmen Jokowi

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Selasa, 23 Jan 2018 12:43 WIB
Foto: Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Dok. MPR)
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai Presiden Jokowi telah mengubah komitmennya terkait rangkap jabatan. Hal ini terkait dua menteri yang rangkap jabatan, yaitu Menteri Perindustrian sekaligus Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Mensos Idrus Marham yang juga menjabat Koordinator Bidang Kelembagaan Golkar.

"Ya mungkin beliau mulai mengatakan bahwa beliau merubah pendapatnya dulu untuk kemudian mengatakan nggak apa-apa rangkap jabatan, dan silakan masyarakat untuk memberikan penilaian tersendiri," kata Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/1/2018).


Hidayat mengatakan PKS sejak awal memutuskan berada di luar Kabinet Jokowi. Karena itu, dia mempersilakan rakyat yang menilai soal rangkap jabatan ini.

"Kami sejak dari awal berada di luar kabinet dan kami sudah posisikan demikian, sehingga sekarang terserah rakyat untuk memberikan penilaian Idrus Marham yang oleh Golkar tetap Diamanahkan sebagai pengurus DPP, kemudian juga Pak Ketua Golkar yang oleh Pak Jokowi tetap dipertahankan menjadi bagian dari kabinet," sambungnya.

Hidayat mengaku khawatir terkait rangkap jabatan itu. Sebab, menurutnya, publik akan kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi yang ada karena ketidak-konsistenan tersebut.

"Saya khawatir kalau kemudian demokrasi tidak dipercaya karena janji-janji kampanye yang tidak dilaksanakan. Saya khawatir nanti akan semakin banyak yang golput, mungkin akan semakin banyak yang tidak percaya dengan demokrasi, akan memilih jalan anarki, jalan radikalisme, dan itu semuanya harus kita hindari," tuturnya.

Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartarto menjamin Idrus tetap memprioritaskan pekerjaannya sebagai Mensos. Posisinya sebagai korbid disebut tak akan sesibuk urusannya sebagai Mensos.

"Kalau Pak Idrus fokus di kementerian. Ini (Korbid Hubungan Eksekutif Legislatif Golkar) jabatan portofolio. Itu tidak sebanyak pekerjaan di Mensos," tukas Airlangga kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (22/1).

(yas/idh)