DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 08:36 WIB

Organda DKI Sempat Larang Sopir Angkot Tanah Abang Demo

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Organda DKI Sempat Larang Sopir Angkot Tanah Abang Demo Sopir Angkot Tanah Abang Demo (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Organda DKI Jakarta sempat mengumpulkan sopir Tanah Abang pada Sabtu (20/1) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Organda meminta sopir angkot untuk tak melakukan unjuk rasa.

"Jadi gini, sebenarnya waktu hari Sabtu, kita sudah minta, kita kan sudah dapat berita itu mereka mau demo, saya minta tolong kumpulkan pengemudi itu, terus kasih arahan, supaya tidak melakukan demo. Jadi persoalan demo ini kan ada dua sisi sebenarnya, yang berkaitan sama angkot sama juga pkl. Tapi saya bicara soal angkot saja," kata Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan saat dihubungi Senin (22/1/2018) malam.

Shafruhan menyebut awalnya sebagian sopir angkot itu tak ingin ikut berdemo. Namun dia tak tahu mengapa sopir tersebut akhirnya menggelar aksi di depan Balai Kota.

"Nah makanya saya juga kok dipaksakan harus demo ya, jadi di satu sisi, saya tidak mau berburuk sangka ya, tapi saya melihat ini ada apa? saya dikontak sama pak kadis, pak kadis ini saya juga bingung kita tidak merekomendasikan adanya demo," ujarnya.

Selain itu, Shafruhan menjelaskan kepada para sopir tersebut mengenai dampak positif kebijakan penataan kawasan Tanah Abang. Menurutnya, penataan kawasan Tanah Abang tak berdampak teradap sepinya penumpang angkot.

"Apa yang dilakukan oleh Dishub pada saat berkoordinasi dengan Organda, saya sampaikan tolong sampaikan ke pengemudi bahwa sebenarnya itu akan membantu pengemudi karena pengemudi begitu masuk kawasan Tanah Abang itu. Minimal satu jam dia di daerah situ, termasuk ngetem dan nunggu. Mau jalan itu, satu jam itu kalau kita bicara secara ekonomis, mereka boros itu. Borosnya dimana? pertama waktu, kedua bahan bakar," tuturnya.

"Apakah pengemudinya terus hilang, nggak penumpangnya keluar, memang penumpang pasti keluar, cari mikroletnya, sebenarnya itu, sebenarnya pengemudi diuntungkan diatur sedemikian itu, pertama dari sisi waktu, sama bahan bakar mereka nggak cepat habis, sebenarnya itu," sambungnya.

Ratusan sopir angkot berunjuk rasa di depan Balai Kota pada Senin (22/1) kemarin. Mereka menuntut kebijakan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang dicabut dan meminta bus TransJakarta yang mengitari kawasan Tanah Abang tidak lagi dioperasikan. Mereka mengeluh karena pendapatannya turun drastis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan berdiskusi dengan massa menuntaskan persoalan itu. Anies menilai para sopir angkot trayek Tanah Abang membutuhkan penyesuaian terhadap kebijakan penutupan jalan tersebut.

"Diobrolin, diobrolin. Nanti diobrolin, kita bicarakan baik-baik sama mereka," kata Anies saat dimintai tanggapan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

"Ya kita harus ngeliatnya besar. Tapi kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan," sambungnya.
(knv/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed