"Nanti juga ada barang-barang yang akan akan diambil sampelnya untuk memprediksi apakah kejadiannya ini seperti apa sebetulnya," kata Kapolsek Pulogadung, Kompol Sukadi di lokasi robohnya proyek LRT, Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (22/1/2018).
Barang bukti yang akan diuji salah satunya tali seling pengangkat beton. Tali seling diuji untuk mengetahui standar kelayakan.
"Iya diteliti standarnya (kelayakan) kan ada 5 lubang di setiap lubang itu ada 19 seling. Dari 19 itu yang putus itu akan dipotong dan diuji kemampuannya untuk mengetahui dari seling itu bisa nggangkat berapa ton. Boks girder itu kan beratnya lebih dari 200 ton," papar dia.
Menurut Sukadi, tim Labfor akan melakukan pengecekan kembali besok. Pengecekan untuk pemeriksaan lanjutan.
Beton konstruksi LRT roboh pada sekitar pukul 00.10 WIB, Senin (22/1) dan membuat lima orang terluka. Polisi telah memeriksa 4 saksi dalam kejadian tersebut. Polisi menyebut konstruksi LRT roboh saat dilakukan pemasangan box girder. (fdn/fdn)











































