DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 13:46 WIB

Kembalinya 'Trah' Militer di Posisi Sekjen Golkar

Andhika Prasetia - detikNews
Kembalinya Trah Militer di Posisi Sekjen Golkar Sekjen Golkar Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Teka-teki kursi sekretaris jenderal Golkar terjawab ketika posisi tersebut dijabat Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus. Ditunjuknya Lodewijk menjadi sekjen seolah mengembalikan tradisi bahwa jabatan tersebut diisi kalangan militer.

Lodewijk menjabat sebagai sekjen Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Eks Danjen Kopassus itu menggantikan Idrus Marham yang dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial saat reshuffle kabinet jilid 3.


Sebelum Lodewijk menjadi sekjen, posisi ini kerap diisi oleh kalangan militer. Atau paling tidak, kombinasi pimpinan (Ketum-Sekjen) Golkar berpola sipil-militer, atau sebaliknya.

Golkar pertama kali memiliki sekjen dari kalangan militer di bawah kepemimpinan Harmoko (1993-1998). Harmoko mempercayakan Letjen TNI (Purn) Ary Mardjono menjadi sekjen.


Di era Akbar Tandjung (1998-2004), sekjen dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Budi Harsono. Begitu pula saat Jusuf Kalla (2004-2009) menunjuk Letjen TNI (Purn) Soemarsono sebagai sekjen.


Tradisi ini baru luntur saat Aburizal Bakrie menunjuk Idrus Marham menjadi sekjen Golkar (2009-2014 dan 2014-2016). Keduanya sama-sama dari kalangan sipil. Idrus masih langgeng menjabat sebagai sekjen saat Golkar dipimpin Setya Novanto (2016-2018).


Di bawah komando Airlangga, Lodewijk ditunjuk menjadi sekjen Golkar. Airlangga mengatakan tak ada tekanan di balik penujukkan Lodewijk jadi sekjen.


"Pak Lodewijk sudah jadi pengurus di periode lalu, jadi itu sudah selesai," kata Airlangga di DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018).
(dkp/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed