Asmara: Hendropriyono Tidak Menolak Hasil Temuan TPF

Asmara: Hendropriyono Tidak Menolak Hasil Temuan TPF

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2005 14:54 WIB
Jakarta - Tim Pencari Fakta (TPF) mengaku sudah memiliki gambaran jelas mengenai siapa pelaku pembunuhan Munir. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono pun disebut-sebut tidak menolak hasil temuan TPF atas keterkaitan BIN dalam kasus ini."Ketidakhadiran Hendro atas panggilan TPF untuk ketiga kalinya ini bisa diartikan bahwa Saudara Hendro tidak menolak apa pun yang menjadi hasil temuan TPF yang berkaitan dengan dirinya," kata Wakil Ketua TPF Asmara Nababan.Asmara yang didampingi anggota TPF dari unsur Deplu Arief Havas Oegroseno, menyatakan hal itu dalam jumpa pers di Sekretariat TPF, Jl. Latuharhari, Jakarta, Kamis (16/6/2005). TPF juga menyesalkan ketidakhadiran Hendro dalam pertemuan yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB."Ketidakhadiran Hendro itu menjadi bagian dari laporan akhir TPF kepada presiden. Ini dapat berarti bahwa Hendro telah menyia-nyiakan kesempatan yang ditawarkan TPF, untuk mengklarifikasi berbagai informasi menyangkut kasus meninggalnya Munir," katanya.Meski demikian, Asmara mengaku tidak dapat menyimpulkan apakah Hendro terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. TPF juga tidak akan menjadwal ulang pemanggilan, karena kesempatan Hendro untuk memberikan klarifikasi telah habis."Kita banyak mendapatkan informasi menyangkut pengetahuan Saudara Hendro dalam kasus ini, namun kita tidak bisa menyebutkan. Justru hal itulah yang ingin kita klarifikasi. Kalau hal itu kami sampaikan pada wartawan, berarti saya telah menyebarkan kabar bohong," kata Asmara.Sementara mengenai siapa pembunuh Munir, TPF mengaku sudah mulai mendapatkan gambaran. "Sudah mulai sih, samar-samar. Barangkali dalam beberapa hari ini tidak akan samar-samar lagi," ungkapnya.Dalam kesempatan ini, Asmara juga menyampaikan keluhannya, karena sampai saat ini anggaran dari pemerintah untuk TPF belum cair. Sebelumnya TPF mengajukan anggaran untuk enam bulan sebesar Rp 1, 1 miliar."Karena tidak cairnya dana itu, beberapa penyelidikan seperti ke Singapura dan Belanda tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada dana. Malah kita (para anggota TPF) yang nombokin semua kegiatan TPF selama ini," keluhnya.TPF Munir yang dibentuk berdasarkan Keppres ini akan berakhir 23 Juni mendatang setelah sempat diperpanjang beberapa bulan. Saat ini TPF sedang menyusun laporan akhir untuk diserahkan kepada Presiden SBY. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads