"Evidence yang kita temukan dari Jakarta-Bandung yaitu lama waktu tempuh kendaraan bisa dikatakan lebih dari 5 jam dengan kecepatan hanya 30 km per jam, itu sudah jauh dari rasa nyaman dan bukan lagi jalan tol," kata Budi di kantor Jasa Marga Tol Cikampek, Minggu (21/1/2018).
Untuk itu, Budi berencana memangkas waktu tempuh itu menjadi kurang lebih 3 jam. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan dengan Korlantas Polri, BPTJ, Dinas PU, Dishub, dan Jasa Marga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya 2-3 minggu ke depan, dengan exercise di wilayah Jawa Barat Tol Cikampek, Cikarang Utama ke Jakarta sehingga lalu lintas ke Bandung bisa dipercepat paling tidak bisa 3 jam waktu tempuhnya," sebut Budi.
"Rekomendasinya atas riset Jasa Marga, kita berlakukan pembagian 4 lajur di mana lajur 1 untuk bus, lajur 2 untuk truk dan lajur 3-4 untuk umum. Diharapkan bus akan mendapat lajur prioritas yang lebih cepat, sehingga pengguna kendaraan umum beralih ke bus. Kemudian pembatasan waktu dan penilangan bagi kendaraan angkut berat," imbuh Budi.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kepala BPTJ Bambang Trihartono, dan perwakilan Korlantas serta Dinas Perhubungan.
Sebelumnya Budi sempat mendapati adanya pelanggaran muatan truk ketika meninjau pengoperasian alat timbang truk portable di Tol Cikampek. Dia juga sempat turun langsung menegur sopir truk yang melakukan pelanggaran. (dhn/dhn)











































