DetikNews
Minggu 21 Januari 2018, 16:26 WIB

CFD Riau Jadi Ajang Deklarasi Pilgub, Pengamat: Lukai Hati Rakyat

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
CFD Riau Jadi Ajang Deklarasi Pilgub, Pengamat: Lukai Hati Rakyat
Pekanbaru - Deklarasi Pilgub Riau Andi Rachman-Suyatno di acara Car Free Day (CFD) menuai protes. Pengamat politik dari Universitas Riau (UR), Saiman Pakpahan menilai deklarasi di CFD melukai hati rakyat.

Andi Rachman-Suyatno didukung Golkar, Hanura dan PDI Perjuangan deklarasi pada Minggu (21/1/2018) di acara CFD di Pekanbaru.

"Mestinya CFD itu tidak dicampurkan untuk kepentingan politik. Karena yang berkepentingan deklarasi itu adalah partai dan pendukungnya. Masyarakat yang ikut CFD sebenarnya tak punya kepentingan. Ini saja deklarasi itu sudah melukai hati rakyat yang dijadikan korban saat berolahraga jadi ajang kampanye," kata Saiman saat dimintai tanggapannya kepada detikcom, Minggu (21/1/2018).

Saiman menyebutkan, selayaknya deklarasi politik tidak mencampur adukan dengan olahraga di CFD. Karena sesungguhnya warga yang datang di CFD tidak punya kepentingan atas deklarasi politik.

"Dijadikannya CFD ajang kampanye, Gubernur Riau telah menunjukan kekuasaannya untuk bisa melakukan apa yang dia kehendaki. Padahal warga yang hadir di CFD tak butuh soal deklarasi itu, mereka mau berolahraga dengan santai. Tapi sayangnya kehadiran warga dimanfaatkan untuk kepentingan politik," kata Saiman.

Masih menurut Saiman, pemerintah harus bijak bahwa area CFD harus benar-benar dijadikan prasarana olahraga. Sikap Gubernur Riau, Andi Rachman yang deklarasi di CFD, juga menjadi preseden buruk untuk ke depannya.

"Kan bukan tidak mungkin, kandidat Paslon Cagub lainnya akan memanfaatkan CFD untuk ajang kampanye lagi. Tentunya kandidat lain akan bicara, mengapa Gunernmur Riau boleh, tapi kami tidak boleh?," kata Saiman..

Sementara itu, masyarakat yang hadir di CFD pun merasa dimanfaatkan untuk jadi ajang kampanye dengan iming-iming adanya sarapan gratis dengan 10 ribu porsi.

"Besok-besok CFD ini sampai hari pencoblosan bakal dijadikan ajang kampanye. Tentunya kandidat lain juga bisa melaksanakan hal yang sama," kata salah seorang warga, Hendra Riski (40).

Menurut Hendra, CFD di Jl Gajah Madah dan Diponegoro di Pekanbaru sudah mengorbankan hak pengguna kendaraan. Karena selama CFD berlangsung kendaraan bermotor tidak boleh melintas demi olahraga.

"CFD untuk prasaranan olahraga bersama. Tapi kenapa harus dijadikan ajang kampanye politik. Saya pribadi tidak setujulah," kata Hendra.

Adapun warga lainnya, Rusmia Zahra (34) menyatakan ada orang-orang yang menawarkan untuk memakai kaos Golkar.

"Saya bingung kok ada penawaran kaos Golkar. Padahal saya datang murni untuk olahraga, eh rupanya ada kampanye calon gubernur," kata Rusmia.

Warga lainnya yang datang, Mulyadi menyebut dirinya tetap berolahraga bersama keluarganya. Dia tak mau menghadiri deklarasi tersebut yang berada di Jl Gajah Madah.

"Saya tetap saja berolahraga di Jl Diponegoro, malas saya ikut-ikutan acara deklarasi itu. Kita tujuannya memang mau olahraga, bukan kampanye," kata Mulyadi.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed