"Lho kalau itu (dukungan untuk Jokowi di Pilpres), kepengurusan DPP tidak berhak merubah kebijakan apa-apa karena sudah diputuskan di instansi yang lebih tinggi dari DPP, melalui rapimnas bahkan dibacakan di forum munas," kata Sarmuji saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/1/2018).
Sarmuji mengatakan kader-kader yang masuk ke kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartato sudah siap bekerja. Tidak sampai setahun mereka akan menghadapi Pilkada, bahkan proses Pileg 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kepengurusan yang memang sudah siap kerja, bukan waktunya lagi untuk belajar. Karena itu susunan kepengurusan yang ada adalah kepengurusan yang betul-betul memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang akan dihadapi oleh Golkar," papar Sarmuji.
Sarmuji sebelumnya mengatakan kepengurusan Golkar yang akan diumumkan besok. Kata dia, akan ada pergantian susunan pengurus DPP Golkar salah satunya jabatan Sekretaris Jenderal.
"Oh belum, belum (ada keputusan pengganti Idrus). (Tapi) kalau pergantian pasti, Pak Idrus (Mensos) pasti diganti," terang Sarmuji. (zak/rna)











































