DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 23:15 WIB

Selama 3 Bulan TNI Obati Anak-anak Penderita Campak di Asmat

Mochamad Zhacky - detikNews
Selama 3 Bulan TNI Obati Anak-anak Penderita Campak di Asmat Foto: puspen tni
Kabupaten Asmat - Satgas Kesehatan Kejadian Luar Biasa (KLB) TNI bersama jajaran Dinas Kesehatan Pemkab Asmat, Papua, menjelajahi distrik-distrik yang ada di Kabupaten Asmat. Mereka hendak memberikan pelayanan kesahatan kepada anak-anak penderita campak dan gizi buruk.

"Pada tanggal 19 Januari 2018, para dokter spesialis dan paramedis bersama personel Puskesmas setempat mendatangi rumah-rumah warga dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin kepada anak-anak," kata Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (20/1/2018).


Ada ribuan anak dari sejumlah distrik di Asmat yang mendapatkan layanan kesehatan seperti pemberian vaksin. Khusus untuk perawatan terhadap anak-anak penderita campak akan dilakukan rutin selama 3 bulan.

"Tim Kesehatan Daerah, baik dari TNI khususnya dari Kodam XVII/Cenderawasih akan tetap di sini, kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh pemerintah daerah," ujar Asep.

Asep menuturkan anak-anak yang ada di distrik-distrik di Kabupaten Asmat banyak yang menderita gizi buruk. Selain itu, wabah campak dan difteri juga menyerang mereka.

"Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI KLB tanggal 17-19 Januari 2018, sekitar 4.006 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan tersebut di antaranya imunisasi 3.511 orang, penanganan gizi buruk 55 orang, pengobatan campak 397 orang, malaria 4 orang, TBC 4 orang, dyapesia 3 orang dan pengobatan tetanus 2 orang," papar Asep.


Selain memberikan layanan kesehatan, Satgas Kesehatan KLB TNI juga memasok bahan kebutuhan warga. Sejumlah bahan yang dipasok di antaranya beras, susu, dan biskuit.

"Satgas Kesehatan TNI KLB juga mendistribusikan beberapa logistik yaitu TB 1 (biskuit) 2.100 box, FD 3 (susu) 1.968 box, T2A (nasi) 840 kaleng, T2B (nasi) 1.140 kaleng, T2C (nasi) 1.130 kaleng, makanan tambahan balita 1.344 box, makanan tambahan ibu hamil 588 box, Biskuit Malkist 28 bungkus, beras 280 kg, Biskuat 48 bungkus, pakaian bekas 8 koli dan minyak goreng 900 ml 16 botol," terang Asep.
(zak/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed