SBY: Saatnya Umat Islam Bangkit di Milenium Ketiga

SBY: Saatnya Umat Islam Bangkit di Milenium Ketiga

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 20 Jan 2018 16:57 WIB
SBY: Saatnya Umat Islam Bangkit di Milenium Ketiga
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri), dan pengasuh Ponpes Daar El-Qolam Ahmad Sahidudin (kanan) (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Kabupaten Tangerang - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan ceramah di depan Pimpinan Pondok Pesantren Alumni Gontor tentang kebangkitan Islam. Menurut SBY, Islam pernah menguasai peradaban dunia pada milenium pertama.

"Islam itu di seribu tahun pertama punya peradaban unggul. Peradaban lebih maju dari barat. Milenium kedua kita tergeser, lebih unggul barat. Saatnya umat Islam bangkit. Milenium ketiga kita harus kembali berkontribusi kepada peradaban dunia," kata SBY, saat ceramah di Pesantren Daar El-Qolam, Tangerang, Banten, Sabtu (20/1/2018).


SBY mengaku pernah berbicara di depan mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Di sana, dia mengajak kepada mahasiswa untuk kembali membangkitkan Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di situ, saya ajak semua yang ada di Al-Azhar, Islam kembali bangkit dan kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ucap SBY.


SBY memprediksi penduduk dunia akan bertambah signifikan. Jika umat Islam tidak bergerak, masa depan Islam akan kembali turun.

"Tiga tahun lalu penduduk dunia 7,1 miliar. Sekarang 7,4 miliar, dan tahun 2040 akan mencapai 9 miliar. Bayangkan kalau kita lalai atau serakah. Pasti masa depan gelap," kata SBY.

Selain itu, masih ada beberapa masalah di negara-negara mayoritas Islam. Masalah itu seharusnya diselesaikan secara bersama-sama.


"Timur Tengah masih membara yang sengsara adalah yang Islam. Kita ingin PBB, dunia, negara lain, negara Islam peduli. Mari kita teguhkan kembali tidak harus perang, konflik, penderitaan," ucap SBY.

Dalam acara ini turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan juga pengasuh Ponpes Daar El-Qolam Ahmad Sahidudin. (aik/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads