DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 09:36 WIB

Cerita Ketua MA soal Keberanian Susi Tenggelamkan Kapal Ilegal

Haris Fadhil - detikNews
Cerita Ketua MA soal Keberanian Susi Tenggelamkan Kapal Ilegal Ketua MA Hatta Ali di seminar penegakan hukum. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali bercerita tentang permintaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tentang penenggelaman kapal ilegal. Saat itu, Hatta menyebut Susi ingin menenggelamkan semua kapal yang terlibat pencurian ikan (illegal fishing) di Indonesia.

"Ibu Susi banyak berhubungan dengan badan peradilan. Kalau bisa, semua kapal yang berhubungan dengan illegal fishing ditenggelamkan. Saya masih ingat beliau mengirim surat ke Mahkamah Agung untuk minta persetujuan supaya diizinkan menenggelamkan kapal illegal fishing, baik yang sudah diproses maupun yang belum," kata Hatta saat menjadi keynote speaker di Seminar Nasional Penegakan Hukum terhadap Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (20/1/2018).


Hatta kemudian melanjutkan cerita. Ia pun mengirim surat balasan kepada Susi yang isinya menyebutkan bahwa penenggelaman kapal harus lewat izin pengadilan tempat kapal diproses.

"Saya membalas, sepanjang belum diajukan ke pengadilan, terserah. Mau ditenggelamkan, dijual, dikasih makan ikan, tapi kalau sudah diproses di pengadilan, harus minta izin ke ketua pengadilan setempat," ujarnya.

Keberanian Susi menegakkan peraturan penenggelaman kapal pun dipuji oleh Hatta. Ia meminta para hakim perempuan mengikuti keberanian Susi dalam menegakkan peraturan.


"Terlepas dari semua itu, kita semua salut atas keberanian, kegigihan, dan konsistensi atas kebijakan yang sudah dikeluarkan. Mudah-mudahan hakim perempuan bisa mengikuti," ucap Hatta.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Panjaitan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan penenggelaman kapal maling ikan. Dia ingin kementerian di bawah koordinasinya itu agar lebih berfokus meningkatkan jumlah ekspor perikanan Indonesia.

Menteri Susi mengaku tak mempersoalkan hal ini. Dia mengatakan pencurian ikan merupakan tindakan kriminal yang harus diberantas, dan hukum harus terus ditegakkan. Penenggelaman kapal dilakukan untuk menunjukkan sikap yang jelas guna melindungi laut Indonesia dari serbuan kapal pencuri ikan.


"Penegakan hukum tidak boleh berhenti. Tidak ditenggelamkan, ya diterbangkan kek, dikandaskan kek. Hampir semuanya masuk ke pengadilan, diproses pengadilan, hakim yang memutuskan. Pemusnahan," katanya saat ditemui saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

"Yang pasti, penegakan hukum tidak bisa dihentikan, apalagi untuk menjaga sumber daya alamnya. Nggak bisa tidak," tambahnya.
(haf/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed