Dirugikan, Konsumen Bukit Sentul pun Mengadu ke SBY

Dirugikan, Konsumen Bukit Sentul pun Mengadu ke SBY

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2005 10:47 WIB
Jakarta - Kasus dugaan penipuan yang dialami sejumlah konsumen perumahan Bukit Sentul ternyata masih belum tuntas. Penantian penyelesaian bertahun-tahun belum juga tiba. Karena itu, mereka pun mengadu kepada Presiden SBY. Mereka merasa ditipu oleh PT Bukit Sentul Tbk. Mereka mengadukan kasus tersebut kepada SBY melalui hotline SMS 9949 yang telah dibuka secara resmi pada Rabu (15/6/2005) malam. Saat meresmikan nomor SMS itu, SBY mengaku sudah mendapatkan belasan ribu pengaduan dari masyarakat. Dari belasan ribu SMS itu, terselip pengaduan dari sejumlah konsumen perumahan Bukit Sentul. Mereka mengadukan kasus yang mereka alami, yang mereka sebut penipuan. Masing-masing mereka merasa kehilangan ratusan juta rupiah, karena merasa ditipu saat membeli perumahan cukup elit yang ada di Kabupaten Bogor itu. Isi SMS yang mereka adukan ke SBY juga diforward ke email redaksi detikcom, Kamis (16/6/2005). "Bp SBY Yth. PT Bkt Sentul (BS) tlh MENIPU lbh 1.300 konsumen dg nilai lbh 750 milyar Rp. Kami byr dg cash keras th 2000-2002. Janji srah trima 2 thn. Sampai saat ini blum dibangun. Sdh lapor polisi, DPR kms 5, Bapepam, REI, tdk ada hasil. Mhn bantuan. Kami menghadapi gangster yg super kuat. Bisa hubungi YLKI atau sy. Trima ksh. Th Sutanto". Itu salah satu bunyi SMS yang dikirimkan Sutanto kepada SBY. Sutanto merupakan salah seorang koordinator Forum Konsumen Korban Bukit Sentul (FK2BS). Lembaga ini merupakan perkumpulan para konsumen Bukit Sentul yang dirugikan pengembang. Selain Sutanto, anggota FK2BS lainnnya, Anwar juga mengirimkan SMS senada kepada SBY. "Ass.Wr.wb. bpk Presiden, sy beli rmh di bukit sentul bogor,cluster casablanca R21,seharga (stl diskon) Rp.245 juta, bulan mei 2003, menurut perjanjian serah terima des 2004,smp saat sekarang tidak ada tanda u/ dibangun, konsumen yg tertipu, diperkirakan 1.300 konsumen dg total dana Rp.700 milyaran, dibawa kabur oleh LIPPO GROUP,sdh diusut ke DPR,ke REI,ke polisi dll tidak ada hasil.mohon bapak Presiden dpt memberlakukan keadilan, krn jabatan bapak kelak juga dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt, sebagai amanah.,dengan korban yg tdk sedikit,seperti perceraian antara suami-isteri..,sakit..,sampai meninggalpun telah terjadi thdp korban,dikarenakan putus asanya atas uang yg tdk kembali. Nama saya Anwar" Seperti para pengirim SMS lainnya ke SBY, Anwar juga memforward-nya ke email redaksi detikcom. Anwar yakin dengan mengirimkan SMS kepada SBY, maka permasalahannya akan diseriusi oleh pemerintah. "Kalau saya pikir, seluruh korban kalau nulis sms tsb, insya Allah batu kristal itu akan hancur, jadi tolong sebarkan di mana saja anda berada, bagi korban2 kita yg senasib, karena rumusnya jelas. YG BATIL PASTI TERGILAS DG YG HAQ," tulis Anwar. Kasus konsumen Bukit Sentul dengan PT Bukit Sentul Tbk ini terjadi sejak 2004 lalu. Bahkan pada Kamis (12/8/2004) lampau, mereka mengadukan PT Bukit Sentul ke Polwil Bogor. Mereka difasilitasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Setelah pengaduan itu, PT Bukit Sentuk menjanjikan dua bulan setelah kasus pengaduan itu akan menyerahkan rumah-rumah yang mereka beli. Tapi, berbulan-bulan ditunggu, janji itu tidak pernah datang. Tiga bulan lalu, mereka pun melaporkan kasus ini ke Komisi V DPR. Oleh Komisi V, REI (Real Estate Indonesia) diminta menyelesaikan kasus tersebut. Namun, hingga kini, nasib para konsumen ini tetap digantung. Uang mereka belum bisa kembali hingga kini, sementara rumah yang mereka beli belum mereka dapatkan. (asy/)


Berita Terkait