DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 04:32 WIB

Satgas Kesehatan TNI Beri Vaksin Campak untuk Anak-anak di Asmat

Faiq Hidayat - detikNews
Satgas Kesehatan TNI Beri Vaksin Campak untuk Anak-anak di Asmat TNI memberikan bantuan di Asmat, Papua (Foto: dok. Puspen TNI)
Jakarta - Satgas Kesehatan TNI menyalurkan bantuan berupa vaksin ke kampung-kampung terpencil di Kabupaten Asmat. Vaksin itu diberikan kepada anak-anak.

"Tim Kesehatan Daerah dari TNI, khususnya dari Kodam XVII/Cenderawasih, akan tetap di sini. Kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak, selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh pemerintah daerah," ujar Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (19/1/2018).

Tim tersebut terdiri atas Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL, dan Dinas Kesehatan TNI AU bersama dinas kesehatan wilayah setempat. Satgas Kesehatan TNI juga dibagi menjadi delapan tim kesehatan gabungan yang terdiri atas TNI, dinkes, pemda Asmat, dan aparat kewilayahan diterjunkan ke distrik (kecamatan) di wilayah Kabupaten Asmat dengan menggunakan speedboat sebagai transportasi utama menuju titik-titik lokasi.

Danrem 174/ATW mengatakan, selama satu bulan para personel tim kesehatan gabungan Satgas akan berfokus terhadap penanganan campak. Apabila dalam satu bulan campak bisa diatasi, tim akan bergeser ke tempat lain.

Satgas Kesehatan TNI Beri Vaksin Campak untuk Anak-anak di Asmat  TNI memberikan bantuan di Asmat, Papua (Foto: dok. Puspen TNI)

Kebanyakan yang menjadi korban wabah campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat adalah bayi dan anak-anak kecil.

"Atas nama Satgas Kesehatan TNI dan pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah banyak berpartisipasi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa wabah penyakit di Asmat. Kami juga mengimbau, apabila masih ada yang berkenan memberikan bantuan, kami siap membantu mendistribusikannya," kata Setia Gunawan.

Data pengobatan yang sudah tercatat oleh Satgas Kesehatan TNI KLB, di antaranya: 980 anak Kampung Kasuari, 110 anak Kampung Sohomae, 257 anak Kampung Suagai, 131 anak Kampung Yerfun, 181 Kampung Amagais, 219 anak Kampung Amaru, 82 anak Kampung Amkai, 18 anak Kampung Suru-Suru, 4 anak Kampung Berimono, 2 anak Kampung Tomor, 1 anak Kampung TII, 5 anak Kampung Munu, 3 anak Kampung Ocemet, dan 1 anak Kampung Pirian. Sementara itu, jumlah pengobatan penderita gizi buruk sebanyak 11 orang, pelayanan rawat inap 53 orang, dan pengobatan penderita campak 7 orang.

Satgas Kesehatan TNI Beri Vaksin Campak untuk Anak-anak di Asmat  TNI memberikan bantuan di Asmat, Papua (Foto: dok. Puspen TNI)

Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI KLB pada 17-19 Januari 2018, sebanyak 4.006 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas TNI bekerja sama dengan Kemenkes dan dinas kesehatan pemda setempat. Pelayanan kesehatan tersebut di antaranya imunisasi 3.511 orang, penanganan gizi buruk 55 orang, pengobatan campak 397 orang, malaria 4 orang, TBC 4 orang, dyspepsia 3 orang, dan pengobatan tetanus 2 orang.

Satgas Kesehatan TNI KLB juga menempatkan sembilan dokter spesialis anak di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, karena jumlah penderita anak-anak yang dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut sangat banyak.

Di samping itu, Satgas Kesehatan TNI KLB juga mendistribusikan beberapa logistik untuk masyarakat Asmat, Papua, yaitu TB 1 (biskuit) 2.100 boks, FD 3 (susu) 1.968 boks, T2A (nasi) 840 kaleng, T2B (nasi) 1.140 kaleng, T2C (nasi) 1.130 kaleng, makanan tambahan balita 1.344 boks, makanan tambahan ibu hamil 588 boks, biskuit Malkis 28 bungkus, beras 280 kg, Biskuat 48 bungkus, pakaian bekas 8 koli, dan minyak goreng 900 ml sebanyak 16 botol.
(fai/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed