DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 01:18 WIB

Bunuh Juragan Kos, 3 Perampok di Jayapura Ditangkap Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Bunuh Juragan Kos, 3 Perampok di Jayapura Ditangkap Polisi Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap tiga pelaku perampokan di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. Korban, Any Wijaya (60), yang merupakan juragan kos, tewas dibunuh para pelaku dalam perampokan tersebut.

"Para tersangka berhasil kami tangkap tidak sampai 2x24 jam ketika mereka hendak menyeberang ke Sulawesi dengan kapal untuk melarikan diri," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Kompol Awaludin Amin kepada detikcom, Jumat (19/1/2018).

Ketiga tersangka adalah Andreas Wakum, Jenly Ogata, dan Marcelino Imbang alias Marco. Ketiganya ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Papua dan Unit Reskrim Polsek Abepura di terminal penumpang Pelabuhan Jayapura, Jl Koti, Kelurahan Numbay, Jayapura Selatan, Kota Jayapura pada Kamis (18/1).

Para tersangka sebelumnya melakukan perampokan di rumah korban di Jl Angsa Jalur I, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Selasa (16/1) sekitar pukul 11.00 WIT. Ketiga pelaku mendatangi rumah korban berboncengan satu motor, berpura-pura mencari tempat kos di rumah korban.

"Korban seorang janda dan tinggal sendirian. Dia punya kos beberapa kamar. Kebetulan saat itu ada satu kamar kosong dan korban memasang plang semacam iklan 'dikoskan' begitu di depan rumahnya," papar Awal.

Sebelum terjadi perampokan, ketiga pelaku sempat bertemu dengan seorang penghuni kos, Jetro Hasiholan. Kepada saksi, saat itu mereka berpura-pura menanyakan perihal kamar kos di rumah korban.

"Kemudian saksi ini meminta istrinya memanggil korban," imbuhnya.

Korban kemudian keluar dan menemui ketiga pelaku. Saksi tidak mencurigai terjadinya perampokan karena saat itu langsung meninggalkan korban dan menonton televisi.

Korban baru ditemukan tewas oleh saksi pada Rabu (17/1). Saksi curiga lantaran korban tidak menutup pintu kamar seharian penuh.

"Ketika dicek, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi tangan diikat kain dan wajahnya dibelit kain," tuturnya.

Dalam peristiwa itu, para pelaku mengambil 100 gram perhiasan emas, 2 unit motor, dan ponsel korban. Perhiasan emas korban dijual oleh para pelaku, sementara hasil kejahatan hanya tersisa Rp 40 ribu.

"Emas korban dijual senilai Rp 5,5 juta, sedangkan motor dijual Rp 2 juta," tandasnya.
(mei/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed