DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 00:48 WIB

TNI AD Merasa Dilecehkan di Acara, Stasiun TV Swasta Minta Maaf

Faiq Hidayat - detikNews
TNI AD Merasa Dilecehkan di Acara, Stasiun TV Swasta Minta Maaf Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - TNI Angkatan Darat menyesalkan tayangan acara di sebuah stasiun televisi swasta. TNI AD merasa dilecehkan dalam sebuah game dalam acara tersebut.

"Ya, itu memang benar, kejadiannya tadi pagi di salah satu jajaran TNI AD. Tentu saja kita sangat menyesalkan program itu," ujar Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh saat dihubungi detikcom, Jumat (19/1/2018).

Setelah kejadian itu, Alfret Denny mengaku menerima banyak protes dari berbagai pihak. Dia pun langsung menghubungi pihak stasiun televisi itu untuk menyatakan protes tersebut.

"Selaku Kadispenad, saya mendapat komplain dari berbagai pihak karena memang kesannya manusia dilecehkan, dan terlebih lagi itu adalah prajurit yang berseragam. Kita langsung menghubungi pihak RCTI untuk menyatakan protes, karena saya merasa acaranya kurang pantas. Dan pihak RCTI memang sudah membuat permohonan maaf," tutur Alfret Denny.

Meski pihak RCTI sudah meminta maaf, dia menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menjadi bahan evaluasi. Pihaknya juga banyak bekerja sama dengan stasiun televisi, namun seharusnya dilakukan koordinasi terlebih dahulu.

"Secara internal TNI AD, kejadian ini tetap kami selidiki untuk menjadi bahan evaluasi kami. Tetapi saya ingin menyampaikan bahwa TNI AD banyak kerja sama dengan beberapa stasiun TV dan semua berjalan lancar bila melalui prosedur dan ketentuan yang menjadi standar Angkatan Darat serta dikoordinasikan dengan baik," jelas dia.

"Terkait kejadian ini, seharusnya prosedurnya, berkoordinasi dulu dengan Dispenad dan kemudian akan kita arahkan prosedurnya seperti apa. Tujuannya supaya tidak terjadi hal negatif seperti ini," imbuh dia.

Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali di stasiun televisi mana pun. Selain itu, dia meminta prajurit TNI AD berhati-hati tampil di hadapan publik.

"Saya harap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi RCTI, tapi mungkin juga bagi perusahaan media elektronik lainnya. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Dan sekali lagi, kejadian ini juga menjadi bahan masukan bagi prajurit di lapangan untuk lebih berhati-hati bila tampil di hadapan umum, apalagi tampil di acara seperti itu," jelas dia.

Sementara itu, pihak stasiun televisi tersebut telah mengirimkan surat permohonan maaf. Mereka berjanji akan berhati-hati dalam menyiapkan konten.

"Berkaitan dengan kreasi team Dahsyat pada tanggal 19 Januari 2018 yang dinyatakan menyinggung kewibawaan dari kesatuan TNI AD, khususnya Yon Hubad, melalui surat ini kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut kepada pimpinan TNI AD dan khususnya Yonhubad TNI AD," tulis surat permohonan maaf itu.

Surat permohonan maaf dari pihak stasiun televisi. (Foto: dok. Istimewa)

(fai/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed