DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 21:49 WIB

Cak Imin: Kita Tak Pernah Pakai 'Mahar' Politik

Pertiwi - detikNews
Cak Imin: Kita Tak Pernah Pakai Mahar Politik Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Majunya pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah diakui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar tanpa mahar apa pun. Menurut Muhaimin, pasangan tersebut murni maju karena aspirasi masyarakat dan para kiai serta ulama di Jawa Tengah.

"Tidak ada, kita tidak pernah menggunakan mahar politik. Yang ada adalah komitmen, kemampuan untuk mandat politik," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini usai Ikrar Pemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida di Hotel Atria, Kota Magelang, Jumat (19/1/2018) sore.

Selain PKB, Sudirman dan Ida diusung oleh Gerindra, PAN, dan PKS. Sebelumnya, Sudirman mengatakan tak dimintai 'mahar' oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Jawaban ini merupakan tanggapan dari adanya isu-isu yang belakangan berkembang menjelang pelaksanaan Pilkada 2018. Terkait dengan banyaknya kader NU yang ditunjuk menjadi calon kepala daerah sehingga akhirnya berhadapan dalam pilkada, menurut Cak Imin, pihaknya tidak terlalu khawatir.

"Insyaallah tidak khawatir. Karena pada dasarnya yang paling penting adalah hubungan kepada kita lebih banyak," imbuhnya.

Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah, menegaskan PKB sama sekali tidak meminta mahar politik.

"Di PKB tidak ada mahar politik. Tidak adanya mahar politik ini, maka memberi ruang cukup luas untuk kader terjun. Terlebih PKB partai yang lebih memberi porsi luas untuk kaum perempuan," kata Ida.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menuturkan pihaknya siap memenangkan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilkada Jateng mendatang. Terpilihnya Ida Fauziyah dari PKB, menurut Gus Yusuf, merupakan momen dan pembuktian bahwa suara PKB dan NU cukup penting.

"Selama ini massa NU hanya diambil sebagai simbol. Suara NU tidak bisa dititipkan ke orang lain, maka aspirasi NU harus dibawa oleh kader terbaik. Jawa Tengah menunggu Ganyar (Ganti Anyar)," ujar dia.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed