DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 17:59 WIB

Banyak Partai Ingin Keluar, PAN Usul Pansus KPK Akhiri Masa Kerja

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Banyak Partai Ingin Keluar, PAN Usul Pansus KPK Akhiri Masa Kerja Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Beberapa fraksi berencana menarik diri dari keanggotaan Pansus Hak Angket terhadap KPK di DPR. Menanggapi hal itu, PAN sebagai partai yang sejak awal menolak adanya Pansus KPK menyarankan pansus segera menggelar rapat untuk mengakhiri masa tugasnya.

"Kalau hari ini misalkan Golkar ingin menarik diri, supaya tidak ada silang sengketa di publik, menurut saya sebaiknya anggota pansus rapat secepatnya dan mengakhiri masa tugasnya dengan rekomendasi-rekomendasi. Karena nggak ada rekomendasi toh uang rakyat sudah dipakai, anggaran negara sudah terpakai," kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).


Yandri juga menyebut anggota Pansus KPK perlu mempertanggungjawabkan pekerjaannya di pansus. Tidak bisa hanya dengan menarik diri tanpa pembubaran yang rapi.

"Harus ada pertanggungjawaban. Jadi tidak bisa satu narik diri, satu narik diri bubar nggak karuan. Itu juga jelek bagi DPR. Oleh karena itu, karena dibentuk secara konstitusi, kemudian secara rapi maka pembubaran maupun mengakhiri kerja pansusnya juga rapi," tuturnya.

Menurut Yandri, Pansus KPK masih perlu menyusun rekomendasi hasil kerja secara detail. Dengan begitu, hasil kerja Pansus dapat memperkuat KPK dan tidak bertolak belakang dengan aspirasi publik.


"Karena mereka sudah bertugas sebaiknya memang disusun rekomendasi yang detail, yang sifatnya memperkuat KPK, yang tidak bertolak belakang dengan aspirasi publik. Coba dirumuskan dan itu dilaporkan ke paripurna. Kemudian dari paripurna itu tentu diteruskan kepada para pihak yang mendapatkan rekomendasi itu," imbuhnya.

Meski begitu, Yandri menuturkan pihaknya setuju jika masa kerja pansus diakhiri. Sebab, hal itu dinilai sejalan dengan keinginan PAN sejak awal.


"Pansus kan dulu Golkar yang sebagai pendukung utama. Kalau hari ini misalkan Golkar setuju untuk diakhiri, saya kira seiring sejalan dengan maunya PAN yang sudah lama kami nantikan," sebut Yandri.

PAN memang saat awal merupakan fraksi yang menolak hak angket terhadap KPK. Meski begitu, Fraksi PAN tetap mengirim wakilnya di Pansus KPK dengan alasan untuk mengawal agar KPK tak diperlemah.
(yas/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed