DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 17:19 WIB

Kunjungi Dinkes DKI, Sandi Ingin Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun

Indra Komara - detikNews
Kunjungi Dinkes DKI, Sandi Ingin Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun Foto: Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan bulanan ke Dinas Kesehatan Pemprov DKI.
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan bulanan ke Dinas Kesehatan Pemprov DKI. Saat diskusi tentang peningkatan kualitas layanan kesehatan, Sandi berpesan agar angka kematian ibu dan bayi akibat proses melahirkan menurun.

"Hari ini kita kick off diskusi 3 bulanan untuk memantau kebijakan kesehatan kita dan hari ini kita mendapatkan feedback sangat baik bahwa pelayanan kesehatan di DKI Jakarta sendiri terus ditingkatkan," kata Sandiaga di Aula AGD Gedung Ambulans Gawat Darurat, Dinas Kesehatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto sempat memaparkan data angka kematian ibu dan bayi. Data tersebut menyebutkan angka kematian ibu dan bayi di DKI Jakarta sudah turun dari angka nasional.

"Angka kematian bayi walaupun sudah jauh dari angka nasional dan angka kematian ibu juga turun, saya masih menginginkan angka ini turun," paparnya.

Kunjungi Dinkes DKI, Sandi Ingin Angka Kematian Ibu dan Bayi TurunFoto: Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan bulanan ke Dinas Kesehatan Pemprov DKI.
Data pada tahun 2016 tersebut menyebutkan angka kematian ibu dan bayi menurun dari 56,5 persen pada tahun 2015 menjadi 53,2 persen dari 100.000 angka kelahiran.

Melihat data tersebut, Sandi ingin angka kematian di DKI Jakarta kembali menurun dalam kurun waktu 5 tahun. Sebab menurutnya, akses rumah sakit di Jakarta bisa terjangkau.

"Angka tersebut mestinya nggak boleh segitu. Kita nggak ada masalah dengan jarak antara wilayah dengan rumah sakit terdekat, saya ingin lihat angka itu turun 5 tahun ke depan pak," tegasnya.


Sandi juga menginginkan adanya penguatan peran lintas sektor antara dinas kesehatan dengan dinas lainnya. Dia mencontohkan kasus robohnya selasar BEI, Senin (15/1) lalu. Dikatakan, pada saat itu ambulans dari dinas kesehatan sulit masuk ke lokasi kejadian karena macet.

"Pak Koesmedi pernah dari cibubur ke RSCM dengan layanan keterpaduan dinas perhubungan melalui voorijder dan juga patwal dan ambulans dapat mencapai RSCM dalam kurun waktu kurang dari 30 menit," kata Sandi.

"Jadi itu hasil yang nyata dari koordinasi antar dinas di pelayanan kesehatan untuk masyarakat," sambungnya.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed