"Kalau itu sih pasti ada, niat baik dari TransJ cuma memang kaya nggak dipublikasikan," kata Humas PT TransJ, Wibowo, saat dihubungi, Jumat (19/1/2018).
Wibowo juga belum bisa memberikan sikap resmi terkait kecelakaan tersebut. Pihaknya masih mengumpulkan kronologi detail kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jaksel AKBP Edy Surasa mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 13.00 WIB. Saat itu sopir TransJ membawa penumpang dari arah Ragunan menuju Mampang dengan kecepatan sekitar 30-50 km.
"Berdasarkan keterangan sopir Trans Jakarta B 7221 TGC, Jahuria, dirinya sedang membawa penumpang dari arah Ragunan menuju arah Mampang dengan kecepatan berkisar 30-50 Km/jam," ujarnya.
Saat melintas di Jalan Buncit Raya, tepatnya di seberang Masjid As-Salafiyah, sopir tersebut mendengar bunyi kencang. Saat turun, dia mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Setibanya di lokasi, tiba-tiba terdengar bunyi kencang dari bodi depan sebelah kanan bus. Dirinya langsung mengurangi kecepatan dan didapati korban Fikri sudah tergeletak di jalur Busway," tuturnya.
Sopir TransJ saat ini telah dibawa ke Unit Kecelakaan Ditlantas Polda Metro Jaya. Sopir itu masih dimintai keterangan oleh polisi. (knv/aan)











































