DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 22:34 WIB

Hanura 'Ambhara' Beberkan Bukti Diminta Kubu OSO Bayar Mahar Pilkada

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Hanura Ambhara Beberkan Bukti Diminta Kubu OSO Bayar Mahar Pilkada Wasekjen Wilayah Papua-Papua Barat Hanura Yan Mandenas. (Gibran/detikcom)
Jakarta - Oesman Sapta Odang (OSO) kembali dituding Hanura kubu Ambhara terkait mahar politik di Pilkada 2018. Kali ini OSO dituding meminta mahar kepada kader sendiri yang hendak maju dalam pemilihan kepala daerah di Papua.

Adalah Wasekjen Wilayah Papua-Papua Barat Hanura Yan Mandenas yang melontarkan tudingan itu. OSO disebut-sebut mematok harga Rp 350 juta per kursi sebelum mengeluarkan rekomendasi. Yan mengaku saat itu hendak maju sebagai calon Bupati Biak Numfor.

"Mahar ini disampaikan dalam rapat resmi bahwa baik kader maupun nonkader tetap membayar mahar kepada partai," kata Yan di Hotel Sultan, Kamis (18/1/2018).


Yan tak terima dia sebagai kader masih dimintai uang mahar untuk maju di Pilbup Biak Numfor. Dia pun mengaku menyampaikan argumentasi di grup WhatsApp Hanura dan meminta kebijakan itu dipertimbangkan kembali.

Dia juga mengaku telah menemui OSO terkait syarat mahar tersebut. OSO pun disebutnya menyuruh Benny Ramdhani mengurusnya.

"Tapi tetap saya ketemu bendahara untuk ambil surat keputusan pencalonan saya di Biak. Itu saya diminta mahar, 1 kursi Rp 350 juta saya harus bayar Jadi dua kursi Rp 700 juta saya harus bayar," tutur dia.

Tak terima dengan perlakuan OSO-Benny, Yan menceritakan dirinya langsung menghubungi Sekjen Sarifuddin Sudding. Akhirnya, dia memutuskan mundur di Pilbup Biak Numfor.

"Daripada saya harus hilang harga diri saya, lebih baik saya mundur sebagai calon bupati dan akhirnya saya mundur sebagai calon bupati," ujarnya.

Hanura 'Ambhara' Beberkan Bukti Diminta Kubu OSO Bayar Mahar PilkadaBukti percakapan yang ditunjukkan Wasekjen Wilayah Papua-Papua Barat Hanura Yan Mandenas. (Gibran/detikcom)

Terkait mahar politik, dia sangat menyesalkan syarat yang diterapkan OSO kepada kader sendiri yang hendak beranjak level ke eksekutif. Dia lalu membandingkan kepemimpinan OSO dengan eks Ketum Hanura yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Wiranto.

"Beda dengan dahulu Pak Wiranto. Pemimpin partai itu sekarang lihat, berapa yang saya hasilkan jadi bupati dan wakil bupati di Papua tanpa mahar bisa maju. Kursi partai gratis, kita mau yang seperti itu," ucapnya.

Dia pun membeberkan bukti percakapan soal mahar dengan Benny kepada wartawan yang mewawancarainya. Dalam pesan yang ditunjukkannya, terlihat Yan mengadukan Bendahara Beni Prananto kepada Benny Ramdhani karena tetap meminta mahar. Benny dalam pesan itu juga tetap meminta mahar.
(gbr/idh)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed