DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 20:58 WIB

Hanura 'Manhattan' Tuding Munaslub 'Ambhara' Hari Ini Ilegal

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Hanura Manhattan Tuding Munaslub Ambhara Hari Ini Ilegal Hanura kubu 'Manhattan'. (Wildan/detikcom)
FOKUS BERITA: Hanura Islah
Jakarta - Hanura kubu 'Manhattan' menuding munaslub kubu 'Ambhara' ilegal. Munaslub 'Ambhara' menyepakati ketua umum baru, Marsdya (Purn) Daryatmo, setelah mengesahkan pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) dari kursi ketum.

Waketum Hanura kubu 'Manhattan', Gede Pasek Suardika, memberi klarifikasi tentang munaslub kubu 'Ambhara' yang digelar hari ini. Dia menegaskan struktur kepengurusan Hanura periode 2015-2020 yang diakui negara melalui SK Menkumham adalah pengurus dengan Ketum OSO. SK itu dikeluarkan pada 17 Januari 2017.

"Artinya, per tanggal 17 itu sudah disahkan pimpinan pusat. Nah, kalau kegiatan di luar itu tanpa persetujuan pimpinan pusat, itu bukan Hanura," ujar Pasek dalam jumpa pers di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).


Dia menegaskan kegiatan partai tanpa ada izin dari pengurus yang membawa SK Menkumham merupakan bentuk ilegal. Menurut Pasek, itu bukan kegiatan resmi Hanura.

"Kegiatan yang berlangsung dan tidak dikonfirmasi oleh kami, maka tidak ada urusan oleh Partai Hanura. Sehingga itu yang kami sampaikan, masyarakat agar tahu," ucapnya.

"Solusi yang ingin kami tawarkan, mari sama-sama membangun dengan formasi yang ada ini, sudah diatur oleh pemerintah," imbuhnya.

Pasek menjelaskan mengapa dalam jumpa pers kali ini jumlah yang datang di Manhattan tak banyak. Menurut dia, pimpinan-pimpinan DPD pendukung OSO sudah pulang ke daerah, tapi ada juga yang belum datang.


"Banyak teman ketua DPD balik ke daerahnya. Meskipun begitu, di sini masih ada. Isunya yang di sini hasil pemecatan, tapi bisa dicek. Tetapi kalau misalnya publik mau mengetahui secara riil, kita secara khusus datangkan DPD itu," papar Pasek.

Dia juga menegaskan mayoritas ketua DPD yang sah berada di pihak Hanura 'Manhattan'. Pasek juga meminta kubu 'Ambhara' membuka nama-nama pimpinan daerah Hanura yang menjadi peserta munaslub.

"Mari kita buka ke publik siapa DPD itu, mana absennya, biar bisa dicek sehingga mudah kita verifikasi. Apakah itu hanya klien politik? Apa ada tanda tangan yang dipalsukan? Sampai sekarang tidak muncul-muncul. Kalau tidak muncul-muncul, akan kita cari semua," tukasnya.

Pasek menyebut peserta munaslub di kubu 'Ambhara' belum memenuhi persyaratan dua pertiga dari jumlah DPD Hanura di Indonesia. Kubu 'Ambhara' menyatakan mendapat dukungan 27 DPD Hanura untuk melaksanakan munaslub.


"Jumlahnya ada 16 yang sudah menyampaikan secara tertulis, 16 DPD itu sudah tidak terpenuhi. Di kami ada 9 DPD dan ke sana tetap tidak sampai dua pertiga dan belum sampai munaslub," kata Pasek.

"Besok Papua Barat 4 lagi datang (ke Manhattan), karena ada beberapa daerah yang jauh meminta waktu sampai besok menambahkan ini. Nah, kalau ini sampai 500 lebih, ya kan nggak mungkin sampai dua pertiga. Angka-angka yang tidak benar direkonstruksi benar jadi angka yang imajiner," tambahnya.

Pasek pun meminta agar seluruh kader Hanura di daerah tidak terpengaruh oleh masalah ini. Dia menyebut ini permasalahan yang ada di pusat.

Hanura 'Manhattan' Tuding Munaslub 'Ambhara' Hari ini IlegalHanura 'Ambhara' memilih Daryatmo sebagai ketum baru. (Gibran Maulana/detikcom)

"Bagi DPC-DPC, anak cabang, tetaplah fokus, urusan di Jakarta biar di Jakarta," sebut Pasek.

Sebelumnya diberitakan, Daryatmo terpilih menjadi Ketum Hanura melalui munaslub yang digelar kubu 'Ambhara'. Hasil munaslub akan disampaikan kepada Ketua Dewan Pembina yang juga eks Ketum Hanura, Wiranto.

"Setelah selesainya pelaksanaan munaslub tadi dan sudah ada ketum terpilih, pengurus baru akan mendaftarkan kepengurusan ke Kemenkumham dalam waktu insyaallah 1-2 hari ini," kata Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding seusai munaslub.
(elz/dkp)
FOKUS BERITA: Hanura Islah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed