Kabupaten Pangandaran Raup Rp 144 M dari Sektor Wisata

Kabupaten Pangandaran Raup Rp 144 M dari Sektor Wisata

Mustiana Lestari - detikNews
Kamis, 18 Jan 2018 18:53 WIB
Kabupaten Pangandaran Raup Rp 144 M dari Sektor Wisata
Foto: Dok Pemprov Jabar
Pangandaran - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata sudah mencapai Rp 144 miliar. Capaian ini naik 7 kali lipat dibandingkan sebelum Pangandaran menjadi kabupaten mandiri.

"Dulu PAD Rp 22 miliar setelah jadi kabupaten sendiri jadi Rp 144 miliar. Ini spektakuler berkat kreasi dan inovasi jajaran Pemkab Pangandaran," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/1/2018).

Oleh karena itu, pria yang disapa Aher ini terus berbenah guna menggenjot pariwisata di Pangandaran, seperti menata PKL di Pantai Barat dan Timur. Rencananya para PKL akan ditempatkan di gedung sehingga para turis tidak lagi berbelanja di tenda-tenda.

"Jadi mulai Januari ini, masyarakat harus tahu kalau kawasan pantai Pangandaran sudah bebas PKL. Silahkan kunjungi obyek wisata ini, kawasan Pantai Barat dan Timur benar-benar sekarang sudah beda, lebih bersih, tertib dan indah, jadi silakan nikmati dan jangan lupa belanja di sini," pungkasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berbenah PKL, Pemprov Jabar juga telah mengajukan Kabupaten Pangandaran serta Kawasan Cikidang, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke Kementerian Pariwisata.

"Baru tadi malam saya tandatangani untuk diajukan jadi KEK. Sebenarnya ada enam lokasi, tapi yang paling siap dan memenuhi syarat baru Cikidang dan Pangandaran. Di Pangandaran saja, sudah siap lahan 196 hektare," sambung Aher.

Kedua kawasan diproyeksikan bisa diresmikan sebagai KEK sebelum pertengahan tahun ini. Dengan demikian, selain mendorong wisatawan nusantara terus datang, juga merangsang minat wisatawan asing yang diproyeksikan mengeluarkan uang lebih banyak saat plesiran.

"Para pelancong juga akan memperkenalkan daerah kita lebih luas. Jadi, pada saat yang sama kita berbicara dampak, karena dampaknya pasti meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Menurut Aher, segala upaya itu penting dilakukan mengingat Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan nusantara terbanyak tahun lalu sebesar 58 juta orang sehingga eskalasi program harus terus dilakukan.

"Saya kira tema pertumbuhan ekonomi via pariwisata harus diperbesar dan diperluas di mana-mana. Karena ini nyaman dan dampaknya utuh dimiliki oleh masyarakat," ujarnya. (ega/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads