DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 18:27 WIB

Pilu 2 Bayi Diajak Ibunya Mengemis di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pilu 2 Bayi Diajak Ibunya Mengemis di Pekanbaru Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Pekanbaru - Dua anak balita, masing-masing usia 2 tahun dan 1 bulan, diajak mengemis ibunya yang diduga mengalami depresi. Warga menyelamatkan kedua bocah karena merasa kasihan.

Demikian disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto melalui Kapolsek Kota Pekanbaru Kompol Hanafi Tanjung kepada detikcom, Kamis (18/1/2018).

Hanafi menjelaskan, dua hari yang lalu anggota DPD asal Riau, Rosti Uli, tengah berbelanja di kawasan pasar pusat Pekanbaru. Rosti Uli merasa kasihan bayi masih merah itu dibekap ibunya dan anaknya yang berusia 2 tahun duduk mengemis di depan toko.

"Ibu Uli itu anggota DPD RI asal Riau. Terus ibu tadi merasa kasihan dan melaporkan ke Polsek Kota. Dari sana kita turun ke lokasi," kata Hanafi.

Rupanya, sebelum kita turun ke lokasi, pemilik toko juga merasa kasihan ada bayi merah diajak mengemis. Pemilik toko itu melaporkan ke Bhabinkamtibmas dan ketua RT setempat. Akhirnya warga ramai mendatangi lokasi itu.

"Waktu mau diamankan, ibu bayi tadi marah-merah. Dia baru akan menyerahkan anaknya kalau dikasih uang Rp 10 juta," kata Hanafi.

Melihat kondisi tersebut, akhirnya warga dan anggota Polsek berusaha menahan ibu tersebut. Lantas bayi yang ada dalam gendongannya diamankan pihak RT setempat.

"Setelah itu rencananya akan kita bawa ke polsek bersama ibunya. Tapi ibunya malah lari," kata Hanafi.

Selanjutnya ada kesepakatan, oleh ketua RT itu, kedua balita untuk sementara dititipkan di rumah Rosti Uli. Penitipan bayi itu berdasarkan keterangan surat tertulis dari ketua RT.

"Waktu kita amankan, bayinya dalam kondisi kotor. Yang usia 2 tahun tanpa celana, yang bayi sekitar usia 1 bulan hanya pakai baju dan diaper saja. Bayi usia sebulan itu badannya merah dan kumal. Kasihan kita melihat kedua balita laki-laki itu," kata Hanafi.

Masih menurut Hanafi, tadi pagi tiba-tiba ibu bayi muncul ke Polsek Kota. Dia menangis meminta anaknya dikembalikan. Pihak Polsek Kota lantas menghubungi pihak Rosti Uli. Empat orang utusan Rosti Uli pun datang ke Polsek. Tujuannya membawa ibu bayi bertemu dengan anaknya.

"Ibunya sempat saya tenangkan waktu nangis. Saya jelaskan, dia bisa bertemu dengan bayinya. Tapi waktu mau naik ke mobil, dia malah marah-marah, katanya keempat pria utusan Ibu Uli tadi mau macam-macam sama dia. Habis itu dia kabur lagi. Sepertinya ibunya mengalami depresi," kata Hanafi.

Padahal Rosti Uli Purba juga bersedia merawat bayi dan ibunya sekalian. Ini sebagai pertimbangan kemanusiaan.

"Tadi tim kami bersama LSM pemerhati perempuan berusaha mencari ibunya. Sudah ketemu, tapi masih dalam perjalanan menuju Polsek," kata Hanafi.

"Tadi saya sempat tanyakan siapa bapak bayi itu. Pengakuan ibunya, keduanya tak punya bapak. Maaf, pengakuannya dia wanita malam," kata Hanafi.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed