SBY Ingatkan Operator Tak Kenakan Tarif Premium ke 9949

SBY Ingatkan Operator Tak Kenakan Tarif Premium ke 9949

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2005 02:23 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pihak operator jaringan saluran telepon selular agar tidak mengenakan tarif premium untuk jasa pengiriman SMS yang ditujukan ke nomor 9949. Pembukaan SMS 9949 tidak dimaksudkan untuk penggalangan dana masyarakat.SMS 9949 adalah sarana bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan kepala negara. Agar pengaduan bisa langsung diterima oleh presiden. "Harus dengan tarif pulsa yang wajar. Saya tidak ingin niat yang baik ini menjadi buruk apabila masuk segi yang komersial," tegas Presiden SBY saat mengumumkan secara resmi diaktifkannya SMS 9949 dan PO Box 9949 JKT 10000, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/6/2005) malam.Dikhawatirkan pengenaan biaya tambahan layaknya berlaku pada ajang pooling dan kuis SMS yang digelar di berbagai media massa selama ini, dapat menyurutkan animo dan antusiasme masyarakat mengirimkan pesannya ke SMS 9949. Padahal presiden sangat membutuhkan saran dan kritik masyarakat bagi pengelolaan pemerintahan dan penegakan hukum yang lebih baik di masa depan. Termasuk juga pengaduan mengenai dugaan terjadinya penyelewengan yang dilakukan oleh jajaran pemerintahan, aparat penegak hukum dan keamanan terkait dengan upaya pemberantasan KKN dan pembangunan pemerintah yang bersih mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Karenanya, tidak sepantasnya rakyat yang merupakan kepanjangan "mata dan telinga" presiden itu justru dibebani biaya tambahan. "Akan saya cek nanti, apa betul ada biaya tambahan dari pemberi jasa ini. Saya tidak ingin memberi biaya tambahan kepada rakyat. Tapi saya juga tak ingin menyusahkan pihak lain dengan menjadikannya layanan bebas pulsa," tegasnya. Terima Kasih pada detikcomLebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang secara suka rela terlibat dalam pengadaan layanan SMS 9949 secara efektif dan efisien. Sehingga pihak Istana Kepresiden sama sekali tidak mengeluarkan biaya investasi tambahan. Cukup mendayagunakan peralatan teknologi informasi yang telah terpasang."Saya mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Antara lain Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Telkom, Telkomsel, Telkom Flexi, Indosat, Excelcomindo, Matrindo Asia Mobil8, Mobisel Mandara, dan pihak ITS, detikcom, RCTI, SCTV, termasuk para pakar dan konsultan TI, seperti Roy Suryo dan banyak lagi lainnya. Mudah-mudahan rekomendasi saudara-saudara dapat meningkatkan kredibilitas dan efektivitas komunikasi melalui SMS 9949," ujar SBY. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads