Gedung berwarna putih dengan 2 pilar tegak di sisi depan itu merupakan hibah Pemkot Cilegon ke Kejari Cilegon. Namun, hingga saat ini, gedung tersebut tak kunjung ditempati para jaksa lantaran sisi keamanan gedung tak mumpuni.
"Kan lagi diperbaiki, orang dicuri teralis-teralis pintunya. Katanya banyak setannya, ternyata setannya itu orang," kata Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariyadi, Kamis, (18/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Diperbaiki sama anggaran sekarang, harus (tahun ini ditempati) cuma kan kayaknya nggak betah itu di sana pegawainya," ujarnya.
Edi juga mengakui adanya permintaan dari Kejari Cilegon untuk memapas jalan yang berada di sisi kanan gedung agar rata dan aman dari tangan orang-orang tak bertanggung jawab.
Pemkot memperkirakan anggaran perbaikan itu menelan angka Rp 300 juta. Saat ditanya mengenai kondisi gedung, Edi berseloroh di gedung itu banyak makhluk halusnya.
" Rp 300 (juta) atau berapa saya nggak hafal, itu kan (yang hilang) teralis, terus kejaksaan itu pengen melandaikan itu jalannya. Banyak kuntilanak kayaknya itu di sana," katanya.
Sebelumnya, pihak Kejaksaan mengaku ada beberapa kendala sehingga gedung yang rampung dibangun 2015 itu tak juga ditempati. Salah satunya soal jalan kampung di sisi kanan yang hampir menyamai tinggi gedung.
Hal itu, menurut Kasi intelijen Kejari Cilegon, Akhmad Hasibuan, akan berpengaruh pada sisi keamanan.
"Kalau bisa dipindah arahnya, karena kan itu pertigaan terus turun jalannya kan, mungkin bisa ke sana atau mungkin dipapas ataupun misalnya dipagar lebih tinggi daripada jalan juga bisa, tapi mungkin itu makan biaya besar juga, bisa sampai 5 meter tingginya," ucapnya. (asp/asp)












































