Kekejaman Ibu Tiri Berujung ke Jeruji Besi

Kekejaman Ibu Tiri Berujung ke Jeruji Besi

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2005 00:01 WIB
Pekanbaru - Pameo ibu tiri hanya cinta kepada anak kandungnya saja, agaknya ada benarnya juga. Buktinya, di Pekanbaru Riau, seorang ibu tiri kerap menyiksa anak tirinya. Kekejamannya itu akhirnya berujung di jeruji penjara.Kisah pilu kekejaman ibu tiri ini dialami Mariana (5 tahun) dan kakaknya Jupri (8 tahun). Keduanya menjadi korban kekejian Fitriani (34 tahun) yang dinikahi ayah kedua anak itu, Afrizal (45) beberapa tahun yang lalu. Selama tinggal bersama ibu tiri itu mereka jarang pernah mendapatkan kasih sayang seperti yang dituangkan Fitriani kepada dua anak kandungnya. Hasil perkawinan ayah mereka dengan ibu tirinya itu memang telah dikaruniai dua adik-adik mereka.Mariana anak yang masih lugu itu, hampir saban hari dimarihi ibunya. Saban kali melakukan kesalahan kecil saja, tidak jarang Fitri menghadiahi tamparan dan pukulan. Ini belum lagi cacimaki dan sumpah serapah untuk sang bocah yang tak tahu apa-apa itu.Dia memang menjadi sasaran empuk penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya. Sedangkan kakaknya Jupri boleh terbilang jarang mendapat siksaan. Selain karena waktunya banyak disekolah, dia juga jarang berada di rumah dan selalu bermain k erumah tetangganya.Perlakuan kasar yang dialami Mariana tak terhitung lagi. Puncaknya Senin (13/06/2005) lalu, Mariana tanpa sengaja membuang kotoran di dalam rumahnya. Melihat itu, Fitri bukan main berangnya.Seperti biasa, diawali dengan caci maki, selanjutnya ibu tiri ini memberikan bogem mentah ke mata sebelah kirinya. Tak cuma itu saja, perutnya juga mendapat cubitan hingga membekas. Mariana pun tak henti-hentinya menangis. Melihat adiknya yang terus menangis, sang kakak Jupri selepas pulang sekolah membawanya ke rumah tetangga. Dua bocah ini seakan mengadukan nasib mereka yang hidup serumah dengan ibu tirnya. Di sana lah, kedua bocah ini menceritakan bagaimana kejamnya ibu mereka. Warga pun segera memberikan pertolongan dengan pengobatan ala kadarnya. Keleluasaan Fitri menganiaya anak tirinya ini, ayah kandung mereka jarang di rumah karena mesti berjualan sayur ke Kabupaten Bengkalis. Sepekan sekali, barulah sang ayah bisa kumpul bersama anaknya. Kedua bocah ini pun, tiap kali ayahnya akan kembali ke Pekanbaru, diminta untuk tidak menceritakan apa yang terjadi di rumahnya.Melihat kondisi Mariana yang matanya membengkak, akhirnya warga melaporkan kasus penganiayaan bocah ini ke Polsek Tampan, Pekanbaru. Atas laporan ini, pihak kepolisian menciduk ibu tiri kejam itu. Fitri pun digiring ke Polsek, sedangkan Mariana akhirnya dibawa pihak kepolisian untuk mendapatkan perawatan intensif di RS Polri Jalan Kartini, Pekanbaru.Akibat pemukulan ibu tirinya itu, mata Mariana membengkak, mulutnya juga mengalami memar. Sudah tiga hari ini, bocah itu susah makan. Di badannya pun tampak bekas-bekas penganiayaan. "Ibu mengancam, kalau kami cerita kepada ayah dia akan menyiksa kami lagi. Tiap hari aku dimarahi dan dipukuli ibu," ungkap Mariana polos kepada wartawan, di RS Polri, Jalan Kartini, Pekanbaru.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan itu, Fitriani, kini mendekam jeruji Polsek Tampan, Pekanbaru. Dia bakal dijerat dengan UU Nomor 23 tahun 2004 pasal tentang tindak kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman 5 tahun penjara. "Kita akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kapolsek Tampan AKP STP Manulang kepada detikcom, Rabu (15/6/2005). (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini