DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 12:45 WIB

Cuitkan Jadwal Deklarasi Calon, PNS di Gorontalo Diperiksa Bawaslu

Ajis Halid - detikNews
Cuitkan Jadwal Deklarasi Calon, PNS di Gorontalo Diperiksa Bawaslu Foto: Reuters/Kacper Pempel
Gorontalo - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kota Gorontalo, memeriksa seorang PNS Pemerintah Kota Gorontalo, Nurhadi Taha. Hal itu dilakukan terkait penyebaran jadwal undangan deklarasi salah satu pasang bakal calon kepala daerah 2018 di sebuah media sosial.

Sehari-hari Nurhadi berdinas di Kesbagpol Pemkot Gorontalo. Ia diperiksa selama hampir dua jam di salah satu ruang Bawaslu di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Gorontalo.

"Berdasarkan temuan dari Bawaslu Kota beberapa hari lalu ada di twitter itu diduga menguplod terkait undangan untuk menghadiri deklarasi salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, berdasarkan itu kami melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan," ucap Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Jhon Hendry Purba, Kamis (18/1/2018).

Menurut Purba, dari segi Aparatur Sipil Negara atau ASN ada beberapa deregulasi yang mengatur netralitas PNS baik deregulasi dari komisi ASN, maupun bidang Kepegawaian. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ASN terkait penyelenggaran Pilkada.

"Dengan temuan ini kita akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan dan penelitian, serta selanjutnya kita rekomendasikan ke lembaga terkait tentu dalam hal ini Komisi ASN," lanjut Purba.

Soal sanksi yang akan diberikan bila terbukti, Bawaslu mengaku akan menyerahkan hasil pemeriksaan dan penellitian yang bersangkutan kepada Komisi ASN.

"Komisi ASN akan menentukan apa itu termasuk pelanggaran, mereka juga akan mengeluarkan rekomendasi ASN yang bersangkutan, apa kategori dugaan tidak netralitas ASN," tegas Purba.

Sementara, Nurhadi mengaku menolak dirinya memihak salah satu pasangan. Tugas sebagai ASN di lingkungan Kesbagpol Pemkot Gorontalo adalah untuk memantau, melaporkan dan mencari informasi, terkait kantibmas dan politik.

"Saya ditugaskan surat resmi untuk memantau pasangan Pak Marten, dan pasangan Rum Pagau. Saya sudah klarifikasi ke Bawaslu," jelas Nurhadi usai diperiksa.

Dia membenarkan soal temuan di salah satu media sosial terkait deklarasi salah satu pasangan. "Saya melaporkan ke WhatsApp Kesbang atau ke group Whatsaap ini ada deklarasi tanggal begini. Itu saja. Itu tugas saya sebagai Kesbagpol," lanjut Nurhadi.

Nurhadi menjelaskan, tidak keberatan soal dirinya di periksa Bawaslu Kota Gorontalo. "Sebagai warga Negara yang baik kalau ada orang yang melaporkan saya. Saya akan pertanggungjawabkan," tutup Nurhadi.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed