DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 11:36 WIB

Jokowi Siapkan 'Formasi Tempur' Pilpres 2019

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jokowi Siapkan Formasi Tempur Pilpres 2019 Foto: Biro pers Setpres
Jakarta -

Presiden Jokowi memasukkan Jenderal (Purn) Moeldoko di kabinet dan memasang Jenderal (Hor) Agum Gumelar di Wantimpres. Jokowi dinilai sedang mempersiapkan formasi 'tempur' menghadapi Pilpres 2019.

"Menurut saya, reshuffle kali ini lebih mengarah ke formasi tempur ketimbang formasi kerja," kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Riko Marbun kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Dalam reshuffle kabinet kali ini, Jokowi menambah tokoh parpol di kabinet. Golkar bertambah satu kursi Mensos yang diisi Idrus Marham dan Hanura bertambah satu kursi, yakni Kepala Staf Kepresidenan, yang kini diisi Moeldoko.

"Jokowi ingin merekatkan partai-partai pendukung. Ini juga penting untuk menopang keputusan MK yang mensyaratkan dukungan 20 persen untuk tiket Pilpres 2019," kata Riko.

"Mempertahankan agar Golkar dan Hanura tetap di belakang Jokowi menjadi penting. Sebab, mengutip kata Megawati, Jokowi adalah petugas partai, bukan king maker partai. Artinya, nasib dukungan PDIP ke Jokowi tidak ada di tangan Jokowi, tapi di tangan Megawati yang merupakan Ketum PDIP," imbuh Riko.

Tak hanya sampai di situ, Jokowi juga memperkuat dukungan militer melalui reshuffle kabinet kali ini. Artinya, Jokowi ingin memperkuat semua lini untuk memuluskan jalan menuju dua periode. Apalagi sejumlah tokoh potensial penantang Jokowi di Pilpres 2019 berlatar belakang militer.

"Tanda kedua adalah bertambahnya tokoh militer, bahkan mantan Panglima TNI, di barisan Jokowi. Berdasarkan data survei, potensi tokoh yang bisa menjadi lawan Jokowi datang dari dua basis dan latar belakang, militer, dan nasionalis keumatan." ungkap Riko.

"Ini strategi penting. Lawan Jokowi yang kuat selanjutnya adalah tokoh militer.. Tokoh militer tidak cukup dihadapi dengan tokoh yang memiliki latar belakang yang lain, seperti polisi, intelijen, dan lainnya. Yang bisa menghadapi ya harus militer juga. Ini titik lemah ini yang sedang ditambal oleh Jokowi dengan menambah figur militer dalam inner circle-nya," pungkas Riko menutup analisisnya.


(van/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed