Laura, Bayi Penjual Jengkol Riau Kena Busung Lapar
Rabu, 15 Jun 2005 18:00 WIB
Pekanbaru - Meski daerah kaya, tapi ada juga penderita busung lapar di Provinsi Riau. Jumlahnya tiga. Satu balita ditemukan di Pekanbaru, sedangkan dua lainnya ada di Kabupaten Bengkalis.Penderita di Pekanbaru bernama Laura (5 bulan). Dia adalah bayi seorang penjual jengkol, Wawan (45). Keluarga ini tinggal di rumah kontrakan Jl Tengkerang Utara. Laura saat ini tengah mendapat perawatan intensif di puskemas setempat.Awalnya, Laura mengalami gizi buruk. Kian hari, kondisinya kian parah. Dia sempat dirawat delapan hari di RSUD Pekanbaru. Ternyata, dia sudah masuk kategori busung lapar. Tubuh balita berkulit putih berparas ayu itu tampak mengecil."Kini anak saya mendapat bantuan pengobatan puskesmas. Berat badannya mulai bertambah dari 4,3 kg menjadi 5,2 kg," kata Wawan, ayah Laura, kepada detikcom, Rabu (15/6/2005) di Pekanbaru.Bengkalis, kabupaten terkaya di Riau dengan APBD sekitar Rp 2 triliun/tahun, balita malang penderita busung lapar bernama Nasir (9 bulan) dan Syahrudin (16 bulan). Mereka mesti dirawat di RUSD Bengkalis.Nasir hanya memiliki berat badan 4 kg. Padahal untuk balita seusianya, berat badan harusnya mencapai 7,2 kg. Nasir adalah anak penganyam atap rumbia di Desa Kelimantan.Sedangkan Syahrudin, bayi 16 bulan keluarga nelayan, memiliki berat badan 5,5 kg. Berat badan bocah itu jauh dari kondisi normal yang mestinya 8,8 Kg.Bukan Karena Rawan PanganKepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ekmal Rusdy telah menerima laporan tentang kondisi balita tersebut. Kendati bisa digolongkan busung lapar, namun dia menduga ketiga balita itu mengalami busung lapar bukan karena keluarga mereka tidak mampu memberi makanan yang layak.Menurutnya, busung lapar disebabnya dua faktor utama. Pertama, kondisi busung lapar itu yang memang disebabkan masalah makanan. Kedua, karena kondisi bayi yang tidak sehat."Saya kira kondisi bunsung lapar yang ada sekarang karena anak-anak tersebut memang tidak sehat. Bisa saja karena infeksi atau TBC yang mengakibatkan kesehatannya terganggu. Tapi kalau karena tidak makan, saya kurang yakin. Masak sih di Riau ini masih ada keluarga yang tidak bisa makan," kata Ekmal saat dihubungi detikcom.Ekmal menjelaskan, untuk kasus busung lapar yang terjadi di Pekanbaru itu, pihaknya juga menduga bahwa bayi itu memang tidak sehat. Apalagi sejak lahir tidak pernah mendapatkan imunisasi."Kondisi busung lapar itu bukan karena tidak diberikan makanan. Tapi memang kesehatan bayi itu terganggu karena tidak pernah dibawa ke puskesmas untuk dicek kesehatannya," urai Ekmal.Sedangkan dua balita yang ada di Bengkalis, Ekmal yakin kasusnya sama. "Saya yakin mereka busung lapar bukan karena rawan pangan, tapi karena kondisi bayi itu tidak sehat," tegas Ekmal.Soal imunisasi ini diakui Wawan, ayah Laura. "Anak bungsu saya ini sejak awal tidak pernah mendapat imunisasi. Bukan kita tidak ingin anak kita sehat, tapi bagaimanalah kami sendiri untuk makan juga susah," keluhnya.Jadi?
(nrl/)











































