Hendro Kecewa Berat TPF Tidak Hadiri Undangannya
Rabu, 15 Jun 2005 17:36 WIB
Jakarta - Pengungkapan kasus pembunuhan Munir belum selesai, persoalan baru muncul. TPF Munir dan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono saling mengundang dan sama-sama kecewa tidak ada yang datang. Hendro kecewa berat.Betapa tidak, untuk menyambut anggota TPF di kantornya, Hendro sudah mempersiapkan secara matang. Pertemuan direncanakan pukul 14.00 WIB di kantor Hendro, lantai 3 Gedung HP, Jl. Dr Supomo 290, Jakarta, Rabu (15/6/2005).Dalam ruangan berukuran 5x6 meter itu, terpampang spanduk besar bertuliskan 'Pertemuan AM Hendropriyono dengan TPF untuk Menyukseskan Keppres 111/2004'. Bahkan setiap kursi yang ada telah ditempeli nama-nama peserta pertemuan, yakni Hendro dan pengacaranya Syamsu Djalal, serta sejumlah anggota TPF minus Usman Hamid dan Rachland Nashidik.Dengan persiapan seperti itu dan setelah menunggu hingga pukul 15.30 WIB, Hendro mengaku kecewa atas ketidakhadiran TPF. Ia pun langsung menggelar jumpa pers di ruang pertemuan itu."Ini mencerminkan bahwa TPF tidak serius untuk menjalankan tugasnya mencari fakta. Ketidakhadiran mereka di sini merupakan bentuk penyimpangan TPF terhadap tujuan utamanya," tegasnya.Hendro menilai TPF telah sewenang-wenang karena seenaknya memanggil dirinya tanpa mengkonfirmasi jadwal pertemuan. Padahal ia sebagai orang yang sibuk, sangat sulit memenuhi panggilan itu."Masak hanya dengan berbekal Keppres kemudian dengan seenaknya memanggil-manggil rakyat, ini preseden yang tidak baik. Makanya saya yang mengundang mereka ke sini, memang yang perlu siapa," katanya dengan nada tegas."Walaupun rakyat dan sudah pensiun, saya kan juga punya banyak acara. Saya harus mengunjungi cucu dan menghadiri kegiatan-kegiatan sosial. Nggak bisa seenaknya gitu dong," tambahnya.Lebih lanjut Hendro menuding, TPF memiliki kepentingan komoditas politik di balik pemanggilan dirinya. Meski telah melalui protokol BIN, bukan berarti Hendro yang harus datang menemui TPF."Saya jadi bertanya apakah TPF serius untuk mengumpulkan fakta-fakta. Atau mereka punya agenda sendiri, minimal membuat populer anggota-anggotanya sendiri. Popularitas kan rezeki," kata Hendro.Ia pun menegaskan tetap tidak akan memenuhi panggilan TPF pada hari Kamis (16/6/2005) besok. Tapi ia mengaku siap didatangi 24 jam, baik ke rumah maupun ke kantor."TPF ini lebih banyak gembar-gembor di media massa dan membentuk public opinion, sehingga tercipta trial by the press," tukasnya.
(fab/)











































